11 August 2021, 17:09 WIB

PUPR Bangun Enam Rusun untuk ASN Hingga Santri di Sumsel


Insi Nantika Jelita | Nusantara

Antara
 Antara
Ilustrasi pekerja menyelesaikan pembangunan rusun di wilayah Sumatera Selatan.

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun hunian layak berupa enam rumah susun (rusun) bagi santri, mahasiswa dan aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). 

Adapun, total anggaran untuk pembangunan enam rusun tersebut mencapai Rp102,8 miliar. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut pembangunan rusun sebagai keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah layak huni bagi MBR, mahasiswa, pelajar, santri, ASN dan TNI/Polri, maupun petugas di daerah.

Enam rusun tersebut mencakup dua rusun untuk santri pondok pesantren (ponpes), satu rusun mahasiswa dan tiga rusun untuk ASN. Pembangunan rusun merupakan amanat Presiden Joko Widodo, untuk membantu MBR agar memiliki rumah layak huni.

Baca juga: PUPR Siapkan Tambahan RSD Covid-19 di 7 Kota

Kementerian berharap pembangunan rusun memberikan kontribusi nyata bagi santri dan mahasiswa dalam menimba ilmu. “Program pembangunan rusun tetap dilanjutkan bagi MBR, ASN, mahasiswa dan santri,” ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers, Rabu (11/8).

Dua rusun santri yang tengah dibangun di Sumsel, yakni Rusun Ponpes Sayyid Hanim Kabupaten OKU Timur sebanyak satu tower, dengan progres konstruksi sebesar 91,8%. Berikutnya, Rusun Ponpes Bait Al-Qur’an Kabupaten OKI sebanyak satu tower dan jumlah 32 unit, dengan progres konstruksi 57,6%.

Baca juga: Di Sumsel, Hanya Palembang Berlakukan PPKM Level 4

Selain rusun santri, Kementerian PUPR juga kembali membangun Rusun Universitas Sriwijaya (Unsri). Sebelumnya pada 2019, pemerintah telah menyelesaikan satu tower, yang terdiri dari empat lantai tipe 24 untuk 204 mahasiswa. Saat ini, Rusun Unsri dibangun satu tower dan 43 unit, dengan progres konstruksi sebesar 35,2%.

Tiga rusun lainnya yang dibangun di Sumsel pada 2021, yaitu Rusun ASN Pemkab OKU Timur di Kabupaten OKU Timur dan Rusun ASN Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Kementerian PUPR di Kabupaten Banyuasin. Sedangkan, Rusun ASN Kejaksaan Tinggi Sumsel masih tahap proses lelang.(OL-11)

BERITA TERKAIT