07 August 2021, 19:00 WIB

Pemkot Denpasar Libatkan 400 Tenaga Tracer dari Kaling dan Kadus


Arnoldus Dhae | Nusantara

MI/Arnoldus Dhae
 MI/Arnoldus Dhae
Salah satu warga di Kota Denpasar di-tracer setelah diinformasikan oleh Kaling setempat, Sabtu (7/8/2021). 

PEMKOT Denpasar menambah tenaga Tracer dari tingkat kepala lingkungan (Kaling) dan Kepala Dusus (Kasus) yang ada di seluruh desa dan kelurahan di Kota Denpasar. Pelibatan ratusan kaling dan kadus dilakukan untuk melakukan deteksi dini penyebaran kasus positif Covid-19 di wilayah Pemkot Denpasar. Para kaling dan kadus sudah diaktifkan sejak 4 Agustus 2021 lalu. 

''Selama ini kami hanya mengandalkan tim surveillance dari Dinas Kesehatan  dan Puskesmas. Sekarang dengan peningkatan kasus ini kami libatkan kaling dan kadus yang sudah berjalan sejak Rabu kemarin,'' kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, Sabtu (7/8/2021).

Dewa Rai mengatakan, pelibatan kaling dan kadus ini untuk mempercepat pelacakan kontak erat dengan pasien Covid-19. Karena menurutnya, kaling dan kadus ini yang paling menguasai wilayah dan tahu warganya. 

Dalam bertugas, kaling maupun kadus tak harus turun ke rumah-rumah menemui secara langsung, melainkan bisa berkomunikasi dengan telepon. ''kaling dan kadus ini menguasai wilayahnya dan hampir 90% tahu warganya, sehingga akan lebih memudahkan komunikasi dengan warganya,'' katanya.

Ia mengatakan jumlah kaling dan kadus yang ada di Kota Denpasar sebanyak 400-an orang. Dengan penambahan ini, maka proses pelacakan akan lebih cepat dilakukan. Apalagi dari yang dipersyaratkan oleh WHO, satu pasien positif Covid-19, minimal dilakukan tracking kepada 15 orang yang kontak erat.

Dalam melakukan tugasnya sebagai tracer, kaling dan kadus akan berkoordinasi dengan Puskesmas di wilayah mereka masing-masing dan dibantu Babinsa serta Bhabinkamtibmas. Sehingga proses testing kepada yang kontak erat bisa langsung dilakukan.

''Mereka bertanggungjawab di wilayahnya. Begitu ada warga yang terkonfirmasi positif, Kaling Kadus ini yang meminta mereka melakukan isolasi mandiri sebelum testing dilakukan atau hasil testing keluar,'' katanya.

Selain itu, lewat kaling dan kadus ini juga akan membantu penyaluran bantuan seperti sembako dan makanan kepada mereka yang menjalani isolasi mandiri. Dewa Rai menambahkan, setelah mendapat informasi dari kaling dan Kadus, pihaknya juga akan langsung menerjunkan petugas testing atau sweeper.

Semua yang kontak erat akan di-rapid antigen baik dilakukan di balai banjar maupun langsung ke rumah-rumah. ''Ini untuk mempercepat pelaksanaan pemutusan rantai penyebaran Covid-19. Kami juga dibantu FK Unud, TNI-Polri serta lembaga pendidikan kesehatan dalam melakukan testing ini,'' kata Dewa Rai. (OL/OL-10)

BERITA TERKAIT