29 July 2021, 07:55 WIB

Musda DPD ASITA Bali Ditunda, Ini Alasannya


Arnoldus Dhae | Nusantara

dok Asita
 dok Asita
Logo Asosiasi Perusahaan Agen Tur dan Travel Indonesia (ASITA)

PANITIA pelaksana Musyawarah Daerah (Musda) DPD Asosiasi Perusahaan Agen Tur dan Travel Indonesia (ASITA) Bali menunda pelaksanaan Musda ke XIV di Denpasar. Penundaan mempertimbangkan masa PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah, angka kasus yang belum melandai, dan mendukung upaya pemerintah untuk terus mengurangi kasus Covid19 di di Bali.

Fakta ini mendorong Steering Committee dan Panitia Penyelenggara Musda DPD ASITA Bali ke XIV dalam rapat 22 dan 23 Juli sepakat untuk menunda penyelenggaraan yang semula 28 Juli, dijadwalkan ulang pada 25 Agustus mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana, I Gusti Ayu Kade Purnamawati mengatakan, penundaan ini membuka ruang bagi anggota yang belum sempat mendaftar, agar segera melakukan pendaftaran sesuai dengan deadline yang ditentukan. Diharapkan semua Anggota ASITA Bali dapat mengikuti Musda sebagai forum tertinggi organisasi dalam pengambilan berbagai keputusan untuk kepentingan ASITA Bali ke depan. Tercatat baru 201 anggota dari 406 anggota DPD ASITA Bali yang mendaftarkan diri.

"Penggeseran waktu penyelengaraan memberikan waktu yang cukup bagi panitia untuk mendapatkan sponsor dari instansi/industri. Pasalnya, rekening DPD ASITA Bali statusnya masih terblokir atas perintah DPP ASITA," ujarnya di Denpasar, Kamis (29/7).

Ia mengatakan, dalam pertemuan virtual (zoom meeting) pada Rabu (28/7/2021)  dengan Ketua DPD ASITA Bali 4 periode (1988-2003), I Gusti Bagus Yudhara, MBA, disampaikan rencana MUSDA ASITA ke XIV dan persoalan yang sedang dihadapi ASITA sebagai organisasi. Sebagai mantan Ketua ASITA Bali, I Gst Bagus Yudhara menyampaikan bahwa telah mendengar, menyimak dan menganalisa permasalahan ASITA.

"Saya meminta semua pihak menyelesaikan masalah organisasi sesuai aturan sistem yang telah dibangun dalam organisasi. ASITA dibangun dengan komitmen dan perjuangan panjang, kembali ke aturan organisasi. Berkaitan dengan MUSDA, sebagai senior saya mengingatkan anggota ASITA Bali, bahwa asosiasi memerlukan leader yang memahami ASITA sebagai organisasi agar bisa menjaga Asita supaya tidak menyimpang dari konsep dasar yang diinginkan seluruh anggota, dengan menjaga kebersamaan, saling mendukung menguatkan satu dengan lainnya. Pemimpin yang mampu membawa ASITA tetap menjadi barometer asosiasi professional di kalangan asosiasi kepariwisataan. Pemimpin yang memperjuangkan anggota dan mendukung pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan. Tetap menjadikan ASITA sebagai lokomotif Industri Pariwisata. Pemimpin yang memperjuangkan anggota dan mendukung pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan," urainya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Steering Committee MUSDA yang juga Ketua DPD ASITA Bali Periode (2006-2012) Al Purwa, mengingatkan bagi anggota ASITA penuh yang mempunyai hak suara, pilihlah ketua yang terbaik, berpengalaman dalam berorganisasi, berjiwa tenang, tidak tirani dan mampu berkolaborasi secara kolegial. Ketua yang tidak membawa ASITA ke arah politik dan tidak hanya memperjuangkan usaha sendiri, sebaiknya yang sudah mempunyai usaha yang mapan.

Sampai saat ini tercatat empat kandidat Ketua DPD dan dua kandidat Ketua  ASITA Bali, antara lain Putu Astiti Saraswati, Presiden Direktur Toya Yatra Travel, Komang Takuaki Banuartha, Direktur di PT Sari Bumi Bali Tour,  I Putu Winastra, Founder / President Director PT. Karang Bali Asli Tur (KBA Tur),  I Ketut Jaman, Direktur Utama PT MELALI BALI (Melali Bali DMC). Sementara kandidat Ketua DEPETA masih dua orang yakni I Komang Nurjaya Maharta, Pemilik PT Bali Flamboyan Jaya/PT Bali Flamboyan Tour, Ketut Tunggu, Direktur di PT. Panca Sari Wisata. (OL-13)

Baca Juga: Kemarin, Brasil Catat 48.013 Kasus Baru Covid-19 dan 1.334 kematian

 

BERITA TERKAIT