14 July 2021, 13:27 WIB

Pemkot Surakarta Optimalkan Vaksinasi dan Pisahkan Warga Sehat dari yang Terpapar


Widjajadi | Nusantara

MI/Widjajadi
 MI/Widjajadi
Wali Kota Gibran Rakabuming Raka.

BERBAGAI langkah jitu dan komprehensif terus digeber Pemkot Surakarta dalam upaya menekan angka penyebaran covid-19 yang masih tinggi di wilayahnya pada masa PPKM Darurat jilid pertama yang akan berakhir pada 20 Juli nanti. Selain memisahkan warga terpapar ke tempat isolasi terpusat, juga percepatan layanan vaksinasi di banyak tempat, serta penutupan sejumlahbtuas jalan untuk mengurangi mobilisasi warga, di samping operasi yustisi tiap hari.

"Ya memang harus simultan, dan tidak boleh berhenti. Upaya menekan penyebaran, selain disiplin prokes, maka warga sehat kita pisahkan dari yang terpapar dengan menyediakan sejumlah tempat isolasi terpusat. Layanan vaksinasi kota genjot dan percepat, operasi yustisi Polri dibantu TNI dan Satpol PP juga jalan terus, serta upaya menutup sejumlahbruas jalan sebagai mengurangi mobikisasi warga," tegas Ketua Satgas Covid Kota yang juga Sekda, Ahyani, Kamis (14/7).

Diakuinya, saat ini Pemkot tidak pernah berhenti melakukan sosialisasi kepada warga pada masa PPKM Darurat ini, untuk mengurangi berbagai kegiatan dimulai, dan terus menjaga prokes ketat, mengingat lonjakan penyebaran masih fluktuatif dan tinggi. Angka penyebaran per hari masih di atas 300, tidak boleh disepelekan.

Pemkot tidak menginginkan, penanganan pasien covid-19 di rumah sakit yang sudah penuh sesak, dengan tambahan yang tidak terkendali, sehingga akan menambah beban bagi para tenaga medis dan kesehatan yang jumlahnya terbatas. Terutama terkait ketersediaan oksigen yang mutlak bagi pasien covid-19.

"Semua terus kita evaluasi, dan bagaimana memberikan pemahaman terhadap warga sehingga bersedia sertamerta prokes jadi bagian hidup. Pemkot juga memaksimalkan vaksinasi yang cepat. Lalu memisahkan warga terpapar menuju tempat tempat isolasi terpusat," tegas Ahyani.

Sejak sebelum PPKM Darurat ini Pemkot melalui Satgas Penanggulangan Covid-19, telah menempatkan sedikitnya 1170 warga terpapar di 9 tempat isolasi terpusat. Selain menggunakan Gedung Solo Techno Park, juga menggunakan sejumlah gedung sekolah dan juga Asrma Haji Donohudan.

"Sudah ada yang sehat kembali. Ya sifatnya keluar masuk. Yang masa karantina selesai setelah PCR kedua, ya dipulangkan kembali. Tapi demi menekan penyebaran, warga sehat tetap kita pisahkan dari yang terpapar. Yang terpapar dijemput petugas Polri, TNI dan Satpol untuk upaya penyehatan," imbuh dia sekali lagi.

Terkait layanan vaksinasi terus digenjot untuk warga. Tiap hari ditargetkan 5.000 warga, dari kelompok lansia, pra lansia, usia di atas 18 tahun dapat menerima vaksin. Bahkan Graha Saba, gedung pertemuan milik keluarga Jokowi juga dipergunakan untuk layanan serbuan vaksin.

Wali Kota Gibran Rakabuming Raka terus mendorong warga untuk bergegas mengikuti program vaksinasi gratis yang masih melimpah. Saat ini banyak serbuan vaksin, selain dari upaya Pemkot, juga ada program dari TNI-Polri, sejumlah organisasi kemanusian juga terlibat pengadaan vaksin melawan covid-19.

"Jadi warga harus aktif untuk mengikuti layanan vaksinasi ini, agar upaya membentuk herd immunity di Kota Solo segera tercapai, warga sehat terbentuk imun dan ekonomi juga cepat bangkit kembali," kata sulung Peesiden Jokowi itu. (WJ/OL-10)

BERITA TERKAIT