30 June 2021, 11:07 WIB

Mantan Wali Kota Makassar Ingin Jadi Ketua Demokrat Sulsel Lagi


Lina Herlina | Nusantara

Dok.Pri
 Dok.Pri
Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. 

PARTAI politik mulai bekerja, mempersiapkan diri untuk Pemilu 2024. Pendaftaran parpol peserta pemilu pun dimulai Awal 2022, sehingga parpol mulai berbenah. Termasuk yang dilakukan Partai Demokrat.

Khusus Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel), dalan waktu dekat akan menggelar musyawarah daerah, memilih pucuk pimpinan partai berlambang Merci itu.

Ada dua nama yang mencuat akan maju kembali sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel yaitu mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Ketua DPD Demokrat Sulsel saat ini, Ni'matullah RB. Keduanya memastikan diri akan maju di arena pemilihan ketua baru.

Menanggapi potensi persaingan itu, Ilham menegaskan akan berjuang semaksimal mungkin agar musda yang akan datang tidak melahirkan perpecahan internal pascaterpilihnya ketua baru.

"Itu sudah jadi tekad saya. Kedepankan konsolidasi yang lebih condong pada upaya konsolidasi. Insyaallah jika saya dan Ni'matullah bergandengan tangan untuk Demokrat, akan menjadi kekuatan yang jauh lebih diperhitungkan ketimbang harus terpecah," seru Ilham.

Upaya konsolidasi pun dilakukan dengan sejumlah dewan pimpinan cabang (DPC) se-Sulsel. Terbukti sudah ada 14 yang menyatakan kesiapannya mendukung Ilham.

"Sebelum konsolidasi, saya sudah izin dengan Ni'matullah, bahkan saya juga sudah menemui Ni'matullah dan ngobrol empat mata dengan beliau. Pertemuan itu menjadi signal kuat akan bergandengan apapun hasil Musda mendatang," kata Ilham.

Dia juga menambahkan, jika bisa saja orang luar melihat dari luarnya saja, jika Ilham dan Ni'matullah bersaing dan bergesekan. "Tapi saya merasa tidak demikian. Komunikasi kami sangat intens. Komunikasi chating lancar, pertemuan juga sering. Soalnya, saya dan Ni'matullah kan sama-sama cinta Demokrat," pungkas Ilham.

Ilham sendiri pernah menjabat sebagai Ketua Demokrat Sulsel saat masih menjabat sebagai Wali Kota Makassar 2014. Tapi karena tersandung masalah hukum, pucuk pimpinan beralih ke Ni'matullah yang kala itu menjabat sebagai Sekretaris Demokrat Sulsel. (LN/OL-09)

BERITA TERKAIT