30 June 2021, 09:48 WIB

BP Batam Bangun Jalan Batu Besar-Simpang Taiwan


mediaindonesia.com | Nusantara

Ist/BP Batam
 Ist/BP Batam
Pembangunan jalan dari Jalan Batu Besar hingga Simpang Kawasan Industri Taiwan di Pulau Batam. 

KAWASAN industri Taiwan atau Taiwan International Park sudah dikenal di Batam. Kawasan industri Taiwan masuk ke dalam kawasan Kabil.

Sebenarnya bukan cuma terdapat kawasan industri Taiwan yang ada di sana, ada beberapa kawasan lainnya tetapi nama Taiwan lebih melekat. Begitulah kisah singkat mengapa di sebut demikian.

Di sini, salah satu kawasan industri yang ada di Pulau Batam yang nama popular. Kawasan industri Taiwan dekat dengan laut, dekat pula dengan Bandara Hang Nadim. Bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia.

Telah lama kawasan ini berdiri namun jalan raya yang melayaninya masih sempit. Kini, Badan Pengusahaan (BP) Batam menambah satu ruas jalan lagi, demi melancarkan arus transportasi di sana.

Nama proyeknya adalah Pembangunan Jalur Kedua Hang Kesturi Tahap I. Ruas jalan ini melintang antara Pertigaan Batu Besar hingga pertigaan Kabil sepanjang 3,5 Kilometer.

Lokasi Batu Besar tidak jauh  dengan bandara. Perlu diketahui bahwa kawasan Kabil juga akan terhubung dengan ruas jalan yang menuju ke Pelabuhan Batu Ampar.

Tujuannya satu, arus lalulintas dari dan ke kawasan industri itu bisa lancar. Bahan baku maupun hasil produksi bisa lebih cepat untuk didistribusikan.

Badan Pusat Statistik Kota Batam mencatat Pelabuhan Batu Ampar menjadi pintu utama untuk arus ekspor dari Batam.

Ekspor melalui Pelabuhan Batuampar yaitu sebesar USD 5.455,61 juta.  Kemudian, terbesar kedua adalah Pelabuhan Sekupang  dengan nilai USD 1.861,35 juta, diikuti Pelabuhan Kabil Panau USD 1.349,07 juta.

Sementara itu, nilai ekspor dari Pelabuhan Pulau Sambu USD 813,24 juta, dan Pelabuhan Nongsa USD 23,94 juta.

Tren seperti ini terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pelabuhan Batu Ampar menjadi pintu utama untuk arus ekspor.

“Pembangunan ini tidak lain adalah untuk menarik kembali investasi. Apabila investasi masuk, maka pemasukan BP Batam akan bertambah, dan ini akan kami kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk proyek fisik lainnya," jelas Rudi, Kepala BP Batam.

Pada Juni 2021 mendatang, diproyeksikan pembangunan jalan ini rampung semuanya. Kini hamparan jalan beraspal hitam telah bisa kita tengok di sana tapi belum boleh dilintasi. Kelak arus lalu lintas akan lebih lancar sebab satu ruas jalan digunakan satu arah.

Pembangunan jalan ini sangat diperlukan mengingat intensitas bisnis di sana.

Di sana terdapat Kabil Integrated Industrial Park dengan 48 perusahaan di dalamnya. Ada juga kawasan industri Wiraraja Industrial Estate dengan 15 perusahaan. Sementara 23 perusahaan lain tergabung di kawan industri Taiwan International Park. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT