24 June 2021, 23:45 WIB

Bupati Anne Ingatkan Cegah Klaster Industri Pindah ke Keluarga


Reza Sunarya | Nusantara

MI/Reza Sunarya
 MI/Reza Sunarya
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Purwakarta Jawa Barat mengkhawatirkan terjadi perpindahan kasus penyebaran Covid-19 dari industri ke rumah tangga atau klaster keluarga. Untuk mengantisipasi tersebut pemerintah setempat mengawasi karyawan yang terkonfirmasi positif secara ketat.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, salah satu yang menjadi penyebab meningkatnya kasus Covid-19 di wilayahnya karena terjadi klaster industri. Sampai saat ini, tercatat sudah ada 16 perusahaan yang melaporkan terjadi penyebaran Covid-19 di lingkungannya.

Anne menjelaskan, belum lama ini pihaknya juga kembali mendapat laporan jika 91 karyawan di PJT II Jatiluhur terkonfirmasi positif. Seluruhnya, tanpa gejala (OTG) dan telah melakukan isolasi mandiri.

Anne menyayangkan, upaya penanganan yang dilakukan perusahaan terhadap karyawan positif ini kurang maksimal. Dia mencontohkan, penanganan karyawan di satu perusahaan yang terkonfirmasi positif itu hanya sebatas diliburkan dan bukan diisolasi atau diberikan perhatian serius.

Dengan begitu, menurutnya, pengawasan menjadi tidak maksimal yang pada akhirnya malah berpotensi menularkan ke orang-orang terdekat/keluarga.

"untuk warga yang terkonfirmasi positif itu tidak boleh begitu saja melakukan isoman. Karena, pemerintah telah menyiapkan tempat isolasi berikut tenaga kesehatan yang terus memantau perkembangan mereka. Jadi, sangat wajar dari hasil tracing cepat beberapa hari ini jumlah kontak erat pun mengalami peningkatan," kata Anne Ratna Mustika saat menerima kunjungan kerja Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Kamis (24/6).

Anne mengklaim, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengundang pihak perusahaan yang melaporkan ada karyawannya yang positif. Sebagian, kata dia, untuk karyawan yang positif telah dibawa ke tempat isolasi yang menjadi rujukan pemerintah.

Sementara, terkait ketersediaan obat antivirus, Anne mengaku, saat ini stoknya memang menipis sejak pekan kemarin. Atas kondisi tersebut, pihaknya sudah melaporkan dan berkirim surat ke pemprov termasuk ketersedaan tabung oksigen di Purwakarta. (OL-13)

Baca Juga: Indramayu Butuh Ratusan Relawan Nakes Tanggani Covid-19

BERITA TERKAIT