20 June 2021, 03:30 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Bandung Barat Tingkatkan BOR


Depi Gunawan | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Ruang perawatan pasien Covid-19. 

DUA wilayah di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menerapkan lockdown mikro alias pembatasan aktivitas warga. Hal itu dilakukan menyusul adanya lonjakan warga yang terpapar Covid-19.

Kedua wilayah itu di antaranya RW 03 Kampung Nyampai Desa Cibogo, Kecamatan Lembang dimana ada 86 warga dinyatakan positif sejak kasus Covid-19 merebak 4 Juni lalu. Sebanyak 7 orang sudah dinyatakan sembuh, sementara sisanya masih isolasi mandiri.

Hal serupa juga dilakukan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongwetan setelah 41 warga dari tiga RT di desa tersebut menjalani isolasi setelah merasakan gejala ringan Covid-19. Dari kedua wilayah tersebut, mayoritas pasien merupakan hasil tracing kontak erat pasien terkonfirmasi sebelumnya.

"Sudah ada yang sembuh, tapi ada sekitar 79 warga Kampung Nyampai Desa Cibogo yang masih dinyatakan positif," terang Kepala Puskesmas Cikole, Iyan Hartono, Sabtu (19/6).

Meledaknya kasus Covid-19 di wilayah itu lantaran rendahnya protokol kesehatan, kasus muncul ketika salah seorang warga menjenguk kerabatnya yang sakit kemudian divonis positif korona.

Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Eisenhower Sitanggang menyatakan, penyebaran Covid-19 di wilayahnya didominasi klaster keluarga sebagai imbas mobilitas warga pascalebaran.

"Ada beberapa titik klaster penyebaran Covid-19, tiga kecamatan penyumbang tertinggi yakni Lembang, Padalarang dan Ngamprah. Kecamatan Lembang menjadi sorotan lantaran adanya klaster Desa Cibogo," ungkap Eisenhower.

Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di tiga rumah sakit rujukan pasien Covid-19 bahkan sudah menembus 94 persen. Antisipasi penambahan pasien, Dinkes melakukan skema pergeseran bed dengan menambah jumlah ruang pelayanan khusus pasien Covid-19.

"Tempat tidur pasien non Covid-19 digeser menjadi menjadi ruang tempat khusus (covid) di tiga rumah sakit. RSUD Lembang tambah 10 bed menjadi 30 bed dan ICU 5 bed, RSUD Cililin menjadi 35 bed, serta RSUD Cikalongwetan dari 20 menjadi 35 bed," jelasnya.

Di lain pihak, Pemkot Cimahi memutuskan menutup ruas Jalan Gandawijaya yang merupakan pusat pertokoan dan jalan penghubung utama menuju Bandung Barat dan Cianjur pada Sabtu mulai pukul 19.00 WIB hingga Minggu (20/6) pukul 06.00 WIB.

"Malam ini (Sabtu, 19/6) Jalan Gandawijaya bakal ditutup untuk kendaraan bermotor, untuk batas waktunya belum dipastikan sampai kapan. Keputusan ini instruksi dari Plt Wali Kota dan Kapolres," kata Kepala Bidang Lalulintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi Nur Efendi.

Penutupan ruas jalan tersebut sebagai langkah mengantisipasi naiknya penyebaran Covid-19 karena kawasan itu dinilai rentan menimbulkan kerumunan orang. Pihaknya sudah mensosialisasikan keputusan ini kepada para pedagang dan pemilik toko.

"Ada petugas yang turun sosialisasi ke lapangan soal penutupan jalan ini, termasuk juga kepada pengguna jalan," jelasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT