08 June 2021, 05:58 WIB

Direktur RSUD TC.Hillers Maumere dan Suaminya Terpapar Covid-19


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
Jubis Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, dokter Clara Francis.

SATGAS COVID-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur bidang kesehatan, dokter Clara Francis menyatakan Direktur RSUD dr. TC. Hillers Maumere, Mercy dan suaminya Abi Pareira terpapar virus Covid-19. Saat ini keduanya menjalani isolasi di ruangan isolasi milik RSUD TC. Hillers Maumere.

"Benar saat ini ibu direktur bersama suaminya sedang dirawat di isolasi RSUD TC Hillers Maumere sejak sore tadi," papar Dokter Clara Francis kepada media Indonesia.com, Senin (7/6) malam.

Dia pun menceritakan, Minggu lalu keduanya ke Jakarta untuk mengikuti acara kedukaan. Selanjutnya, keduanya tiba di Maumere dan mengeluh batuk.

"Pagi tadi di rapid test, hasil positif. Sorenya dirawat di isolasi karena dengan gejala sedang. Secara umum keadaan keduanya sangat  baik. Kita doakan bersama agar kondisinya cepat pulih," papar dia.

Pihaknya, jelas Clara, sudah melakukan tracking bagi anggota keluarganya dan beberapa staf nya. Dikarenakan setelah kembali dari Jakarta, keduanya karantina di rumah sehingga tracking kontak pun hanya dengan orang serumah saja. Sebelumnya ungkap dia, ibu direktur juga sempat masuk kantor karena ada urusan yang tidak dapat ditinggalkan. Namun yang kontakpun sudah di tracking.

"Keluargannya juga sudah ditracking dan di rapid test, termasuk beberapa staf di Rumah sakit. Pujian Tuhan hasil swab untuk semua kontak erat negatif," ujar dokter Clara.

Keduanya, jelas Clara sudah divaksin. Namun, orang yang sudah divaksin masih mungkin kena Covid-19 tapi dapat mengurangi resiko gejala berat atau kematian.

Untuk itu, kata dia, situasi seperti ini bisa terjadi pada siapa saja. Artinya Covid-19 bisa menyerang  pada siapa saja. Oleh karena itu disarankan kepada siapapun untuk care terhadap kesehatan mulai dari diri sendiri dan keluarga.

Dia pun meminta kepada warganya jika melakukan perjalanan, apalagi dari daerah dengan penularan tinggi (zona merah) disarankan untuk lakukan karantina mandiri selama 14 hari karena kita tdk pernah tau penularan dapat terjadi di mana saja termasuk saat dalam perjalanan.

"Kabupaten Sikka harus waspada, apalagi setelah pesta sambut baru kemarin, sangat mungkin 1-2 minggu kedepan kita juga akan panen kasus, karena pasti
masyarakat  tidak disiplin saat pesta.  Apalagi saat pesta itu hadir pula anggota keluarga yang datang dari luar daerah.. Mudah-mudahan yang kita
khawatirkan tidak terjadi, taip apapun situasinya kita harus tetap waspada. Mari kita cegah Covid-19 dengan melakukan protokol kesehatan 5M," pungkas
dia. (OL-13)

Baca Juga: Urus Data Kependudukan, Transgender Wajib Ada Penetapan Pengadilan

 

BERITA TERKAIT