28 May 2021, 17:09 WIB

Perajin Tahu Tempe di NTT Mesti Beli Kacang Kedelai dari Surabaya


John Lewar | Nusantara

MI/John Lewar.
 MI/John Lewar.
Salah satu lokasi pembuatan tahu tempe di Manggarai Barat NTT.

USAHA mikro kecil atau industri rumah tangga seperti tahu tempe di ujung barat Pulau Flores Kabupaten Manggarai Barat, NTT, sejak dua pekan ini mengalami kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku. Perajin tahu tempe, Erseb Sudiono, di Desa Golo Bilas Kecamatan Komodo, NTT, mengaku ketergantungan pihaknya terhadap kacang kedelai sangat tinggi.

Karena itu, ia harus mendatangkan kacang kedelai dari wilayah Surabaya, Jawa Timur. Per minggu, kebutuhannya terhadap kacang kedelai mencapai 7 ton yang disesuaikan dengan permintaan setiap hari.

"Kami memang sangat ketergantungan kacang kedelai yang harus didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur. Untuk pasokan kacang kedelai lokal tidak mampu dan sangat tidak mencukupi," ucap Sudiono, Jumat (28/5).

"Ya memang benar harga kacang kedelai per kg saat ini naik dari Rp13 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram," katanya. Dalam pembelian karung berukuran 100 kg kacang kedelai sebelumnya dijual dengan harga Rp750.000 saat ini naik menjadi Rp1,5 juta.

Baca juga: Harga Kacang Kedelai Meroket, Perajin Tahu Tempe NTT Sekarat

 

"Sudah tentu kami sangat susah karena ketiadaan stok dan pasokan serta harga semakin naik. Kami berharap saja pemerintah melakukan intervensi terhadap harga pasar," ujarnya penuh harap. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT