12 May 2021, 15:44 WIB

Santri Harus Sukseskan PSU Pilgub Kalimantan Selatan


Denny Susanto | Nusantara

DOK Madrasah Darussalam Tahfidz Martapura
 DOK Madrasah Darussalam Tahfidz Martapura
Ulama Guru Wildan ajak santri untuk iut memilih dalam pemungutan suara ulang Pilgub Kaimantan Selatan karena sesuai dengan ajaran Alquran.. 

ULAMA kharismatik Kalimantan Selatan, KH Muhammad Wildan Saman atau Guru Wildan mengajak seluruh santrinya mendoakan kemenangan bagi Paslon 01 (Paman Birin) pada pemungutan suara ulang (PSU) Pilgub Kalsel, 9 Juni mendatang.

Ajakan ini disampaikan Guru Wildan pada  acara Wisuda Hafidz Al-Qur'an Darussalam yang digelar di Madrasah Darussalam Tahfidz dan Ilmu Alquran, Martapura, Selasa (11/5) dini hari. "Terima kasih kepada beliau (Paman Birin). Kita doakan semoga diberikan Allah Taala kemenangan," kata Guru Wildan.

Guru Wildan dalam tauziahnya meminta para santri agar tidak percaya dengan kabar bohong yang bertujuan memfitnah dan mengadu domba. Dia mencontohkan kabar hoaks yang muncul secara masif terkait bencana banjir.

"Saat banjir kita justru harus banyak istigfar, banyak bertaubat, jangan malah menyalahkan pemerintah, menyalahkan bupati, menyalahkan gubernur karena dipengaruhi berita hoaks," kata Guru Wildan.

Menurut Guru Wildan, banjir yang melanda Martapura dan Kalsel semata kehendak Allah SWT. "Banjir ini kan fenomena alam. Jangan mau kita dibodohi oleh berita-berita hoax menyalahkan pemerintah. Mari kembali ke Alquran yang menganjurkan kita banyak taubat, banyak istigfar," tegas Guru Wildan.

Lebih lanjut Guru Wildan mengingatkan para santri agar menggunakan hak pilih mengikuti PSU Pilgub Kalsel pada Rabu 9 Juni 2021.

"Ulun (saya) berkewajiban menyampaikan hal ini. Kita sebentar lagi akan melaksanakan PSU atau pemungutan suara ulang pada 9 Juni nanti. Kembali lagi menurut Alquran, memilih dan mencoblos seorang pimpinan daerah seperti bupati atau gubernur merupakan kewajiban agama," paparnya.

baca juga: Pemungutan Suara Ulang

Guru Wildan mengutip ayat Alquran surat Annisa ayat 59. "Mencoblos itu kewajiban kita. Kalau kita tidak mencoblos, kita menyalahi agama sebab agama mewajibkan untuk memilih dan mengangkat satu pemimpin. Mari kita tunaikan ikut mencoblos untuk melaksanakan kewajiban kita," pungkas Guru Wildan. (OL-3)

 

 

 

BERITA TERKAIT