10 May 2021, 13:44 WIB

LKPM BKPM BP Batam Capai Target US$2,78 M


Hendri Kremer | Nusantara

Ilustrasi
 Ilustrasi
investasi

LAPORAN Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI didapati realisasi investasi asing Kota Batam mulai dari tahun 2016-2020 mencapai angka US$2,78 miliar dan 4.369 proyek.

Sejak instansi itu dipimpin oleh M Rudi yang notabene adalah Wali Kota Batam, target realisasi investasi asing meningkat tajam.

"Kami mengharapkan dapat meningkat pada 2021. Apalagi, dengan kendala pandemi covid-19, Batam masih menjadi salah satu destinasi investasi untuk menanamkan modal. Hal ini menandakan optimisme para penanam modal terhadap iklim investasi di Batam," kata Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinanda kepada Media Indonesia, Senin (10/5).

Demikian halnya dengan Batam yang pada Tahun 2020 menyentuh angka pertumbuhan -2,55%. Walaupun angka itu masih lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau, tapi tetap masih menjadi tantangan bagi Batam yang merupakan daerah investasi dengan status FTZ.

Selama masa pandemi, BP Batam yang dipimpin oleh H Rudi mengambil beberapa langkah strategis untuk terus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan tujuan investasi internasional dan nasional.

"Beberapa prioritas pembangunan infrastruktur, seperti Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Batu Ampar dan infrastruktur jalan ditingkatkan dengan 
cepat. Kami juga terus meningkatkan hubungan dengan para investor internasional dengan meningkatkan kegiatan pemasaran yang efektif melalui platform digital dan membuka Kantor Hubungan Ekonomi Internasional di Singapura," ujarnya.

Apalagi di masa kritis tersebut, BP Batam melampaui total target investasi yang semula ditargetkan Rp14,6 triliun mampu tercapai hingga Rp22,3 triliun atau 152% dari target 2020. Penanaman Modal Asing (PMA) berhasil mencapai Rp9,3 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berhasil unggul mencapai Rp13 triliun.

Baca juga: Muhammad Rudi: BP Batam Terus Pacu Pembangunan Infrastruktur

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, dari data Realisasi investasi PMA berdasarkan negara pada 2020 masih dipimpin oleh negara Singapura dengan nilai investasi US$360,4 juta dan 867 proyek.

Kemudian Luxembourg dengan nilai investasi US$140,7 juta dan 15 proyek. Di posisi ketiga adalah Jerman dengan nilai investasi US$26,6 juta dan 25 proyek. Total dari 34 negara yang berinvestasi di Batam, nilai investasinya sebesar US$643 juta dan 1.714 proyek.

"Ada perlambatan untuk mencapai target investasi. Tidak hanya Batam saja, namun seluruh dunia mempunyai kendala yang sama yaitu penanganan covid-19, dan mau tidak mau kita harus kami akui itu," paparnya.

Sebagai perbandingan realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor pada 2020 adalah sektor Industri Kimia dan Farmasi merupakan penyumbang utama capaian realisasi investasi dan di posisi pertama dengan nilai investasi sebesar Rp4,2 triliun dan 33 proyek.

Kemudian disusul oleh sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran. Nilai investasinya Rp3,4 triliun dan 124 proyek, lalu di posisi ketiga sektor Pertambangan dengan nilai investasi Rp2,6 triliun dan 20 proyek. Untuk jumlah proyek terbanyak adalah sektor Perdagangan dan Reparasi dengan jumlah proyek 1.119.

Pencapain ini, lanjut Dendi, karena manajemen yang baik di antara staf BP Batam dengan Kepala BP Batam H Rudi.(OL-5)

BERITA TERKAIT