07 May 2021, 05:51 WIB

Polemik Politik Uang Pemilih Banjarmasin Terus Bergulir


Denny Susanto | Nusantara

MI/Denny Susanto
 MI/Denny Susanto
Anggota Fraksi PKB DPRD Kalsel daerah pemilihan Kota Banjarmasin, Suripno Sumas. 

POLEMIK terkait pernyataan mayoritas pemilih di Kota Banjarmasin menggunakan hak pilih karena uang (politik uang) terus bergulir. Banyak pihak mengecam pernyataan yang pernah dilontarkan calon Gubernur Kalimantan Selatan, Denny Indrayana tersebut. Salah satunya datang dari  Anggota Fraksi PKB DPRD Kalsel daerah pemilihan Kota Banjarmasin, Suripno Sumas.

Menurutnya tudingan bahwa warga Banjarmasin memilih karena uang telah membuat tersinggung masyarakat Banjarmasin dan masyarakat Kalsel pada umumnya.

"Saya selaku warga Banjarmasin dan juga anggota DPRD Kalsel sangat tersinggung atas survei yang katanya dilaksanakan oleh SMRC dengan  menyebut bahwa 70% penduduk Kota Banjarmasin dalam pilkada bermain uang. Saya kira ini suatu pernyataan yang tidak mendasar karena selama ini di Kalsel, khususnya di Banjarmasin, tidak terjadi politik uang. Apalagi pada pilkada yang dilaksanakan 9 Desember lalu," kata Suripno Sumas, Jumat (7/5).

Menurut Suripno, jika melihat hasil Pilkada Gubernur 2020, perolehan suara Birinmu dan H2D justru berimbang yang berarti mementahkan tudingan politik uang. "Artinya kalau warga Banjarmasin mentalnya adalah money politics, maka hasilnya tidak akan mungkin seimbang. Pasti akan jauh dimenangkan oleh mereka yang menggunakan politik uang. Oleh karena itu saya pertanyakan masalah ini," tegasnya.

baca juga: Pemugutan suara ulang

Suripno juga mempertanyakan fakta bahwa H2D atau 02 justru menang di Kota Banjarmasin dengan 118.464 suara dibanding Birinmu 114.356 suara. "Dalam pemilihan di Kota Banjarmasin justru pasangan 02 yang memperoleh suara yang cukup signifikan. Artinya jika Denny menuding 70% pemilih Kota Banjarmasin bermental politik uang, maka sebenarnya telah mencoreng mukanya sendiri," sambung Suripno.

Seperti pemberitaan sebelumnya Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas membantah jika pihaknya merilis hasil survey yang menyebutkan 70% persen warga Banjarmasin memilih karena uang. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT