06 May 2021, 16:12 WIB

Tempat Wisata Riau di Zona Merah dan Oranye Wajib Tutup


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

MI/Rudi Kurniawansyah.
 MI/Rudi Kurniawansyah.
Pacu Jalur Fantasi.

KEPALA Dinas Pariwisata Provinsi Riau Roni Rakhmat menegaskan seluruh objek wisata di zona merah dan oranye di Riau wajib ditutup selama masa libur Lebaran. Hal tersebut menindaklanjuti Instruksi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) melalui surat telegram Nomor STR/336/IV/PAM.3.2./2021.

Roni mengatakan, pihaknya telah menginformasikan kepada kepala dinas pariwisata kabupaten dan kota di Riau melalui surat nomor 556/DPAR-DP-SU/0360, perihal Antisipasi Penyebaran Covid-19 di destinasi wisata. "Dalam rangka memutus mata rantai penularan covid-19, kami telah menyurati Dinas Pariwisata kabupaten/kota di Provinsi Riau, agar segera ditindaklanjuti kepada pengelola destinasi wisata untuk menutup destinasi wisata yang berada di zona merah dan zona oranye selama masa libur Lebaran," kata Roni Rakhmat di Pekanbaru, Kamis (6/5).

Roni menjelaskan, pada destinasi wisata yang berada di zona kuning dan zona hijau dapat membuka tempat dengan pembatasan hanya 50% dari kapasitas pengunjung. Selain itu, "Membuat pemberitahuan larangan bagi pekerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, atau sesak nafas agar tidak masuk ke destinasi wisata," ujarnya.

Baca juga: Soal Tempat Wisata, DPRD DKI Usul Buka yang Outdoor

 

Kemudian mengatur kembali jam operasional, memperbanyak media informasi protokol kesehatan covid-19 atau wajib 5M, yakni mengukur suhu tubuh, wajib memakai masker, jaga jarak minimal 1 meter dengan memberi tanda di lantai, mencuci tangan, dan mengoptimalkan ruang terbuka untuk mencegah terjadinya kerumunan dan pengaturan alur pengunjung di seluruh lokasi destinasi wisata.

 

Selain itu, pengelola menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung dan karyawan atau pekerja. Pengelola mesti berpartisipasi aktif mengingatkan pengunjung untuk menggunakan masker dan menjaga jarak serta melakukan pengawasan kepada pengunjung dan karyawan selama jam operasional.

Selanjutnya, pengelola menyediakan pos kesehatan yang dilengkapi dengan tenaga kesehatan dan sarana pendukung dan melaksanakan pembersihan dengan disinfeksi secara berkala. Roni juga meminta masyarakat agar bisa menahan diri untuk tidak datang ke tempat-tempat yang berisiko tinggi.

Hal ini untuk memutus mata rantai penularan covid-19 di daerah. "Mari bersabar menahan dir. Hal ini untuk kebaikan kita semua," pungkas Roni. (OL-14)

BERITA TERKAIT