05 May 2021, 09:00 WIB

SMRC Bantah Soal Survey 70% Warga Banjar Memilih Karena Uang


Denny Susanto | Nusantara

Dok MI
 Dok MI
Ilustrasi Pilkada

DIREKTUR Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menyatakan pihaknya tak pernah merilis hasil survei tentang Provinsi Kalimantan Selatan pada  2019 terkait 70% masyarakat Banjarmasin memilih dalam Pemilu karena uang.

Sirojudin menyayangkan adanya pemberitaan berjudul 74 Persen Pemilih Banjarmasin Tergiur Politik Uang? Bawaslu: Sanksi Tegas Menanti yang dimuat salah satu media di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Pada berita itu ditulis: Ada fakta yang mengejutkan, dikabarkan dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Desember 2019, menyebutkan ada sekitar 74 persen responden yang merupakan warga Banjarmasin, justru memilih calon karena politik uang (money politics).

"Di berita itu gak ada sumber SMRC yang dikutip. Tahu dari mana ada survei Kalsel bulan Desember? Setahu saya SMRC tak pernah rilis temuan survei Kalsel tahun 2019 atau 2020,? tegas Sirojudin, Rabu (5/5).

Sebelumnya pernyataan calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana menyatakan bahwa 70% pemilih di Banjarmasin ikut memilih kandidat kepala daerah dalam Pilkada karena pengaruh uang (disogok) menuai polemik.  Pernyataan yang dinilai meresahkan masyarakat Kalsel tersebut disampaikan secara terbuka saat menjadi pembicara utama dalam diskusi Demokrasi dalam Cengkeraman Oligarki yang digelar secara daring di Jakarta, Minggu (2/5) lalu.

baca juga: Pemungutan Suara Ulang

Terkait hal ini politisi muda Kalsel, Antung Riduan meminta Denny Indrayana untuk berhenti membuat pernyataan-pernyataan bernada fitnah, mengadu domba dan meresahkan masyarakat Kalsel (Banua).

"Saya mempertanyakan hasil survei yang diucapkan Prof Denny Indrayana bahwa 70% pemilih di Banjarmasin memilih kandidat kepala daerah karena uang. Apakah ada bukti survei yang valid mengenai isu ini? Saya harap jangan semakin membuat masyarakat bingung, tolong secepatnya diluruskan," ujar Antung. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT