03 May 2021, 20:51 WIB

Banjir Landa Lombok Barat, Ratusan Rumah Warga Terendam


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

Antara/Budi Afandi.
 Antara/Budi Afandi.
Ilustrasi.

TINGGINYA curah hujan memicu meluapnya air sungai yang melintas di Dusun Tumpeng, Desa Jagarage, Kecamatan Kediri, dan Desa Ombe, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (1/5), pukul 15.30 WIB. Akibatnya sebanyak 294 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian mencapai 50 cm.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat melaporkan dampak banjir menyebabkan 294 keluarga terdampak dan enam keluarga di antara mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, Senin (3/5).

Lokasi banjir tersebar di dua kecamatan, yakni Kediri di Desa Ombe Dese, Desa Ombe Baru, Dusun Ome, Desa Jagaraga Indah, Dusun Tumpeng, Desa Dasan Baru, dan Dusun Dasan Baru. Kemudian di Kecamatan Geruk tepatnya di Desa Jagaraga.

Baca juga: Relawan Bangkitkan Semangat Anak-Anak Korban Bencana Adonara
 
 
Berdasarkan pantauan tim dari BPBD Kabupaten Lombok Barat di lokasi kejadian, terdapat banyak sedimentasi pada saluran atau drainase yang menyebabkan terjadinya pendangkalan. Karenanya, perlu langkah antisipasi yaitu mengangkat sedimentasi tersebut. Selain itu tim melakukan pendataan, pemantauan, dan pendistribusian bantuan logistik pada warga terdampak.

"Hingga kini belum ada laporan korban jiwa dari kejadian ini. Kondisi saat ini banjir telah berangsur surut dan warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing," sebutnya.

Menurut kajian InaRISK BNPB, Kabupaten Lombok Barat memiliki risiko bencana banjir sedang hingga tinggi dengan luas risiko mencapai 13.744 hektare atau mencakup 10 kecamatan. BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah setempat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini seperti situs portal BMKG. "Masyarakat juga diharapkan selalu siap siaga terhadap bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu dengan menyiapkan rencana kesiapsiagaan dari tingkat yang paling kecil yakni keluarga," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT