03 May 2021, 18:27 WIB

Pemerintah Berupaya Atasi Kemiskinan di Tanah Papua


Faustinus Nua | Nusantara

Antara
 Antara
Sejumlah ibu menggendong bayi di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menekankan bahwa penanggulangan kemiskinan di Papua dan Papua Barat masih menjadi prioritas pemerintah. 

Angka kemiskinan kedua provinsi yang di atas rata-rata nasional, merupakan tugas pemerintah untuk segera diatasi. "Memang masalah penanggulangan kemiskinan di Papua dan Papua Barat masih menjadi salah satu prioritas yang harus ditangani," ujar Muhadjir secara virtual, Senin (3/5).

Lebih lanjut, dia menjelaskan angka kemiskinan di Papua Barat mencapai 21,70% dan angka kemiskinan Papua sebesar 26,80%. Angka itu lebih tinggi dari persentase kemiskinan nasional, yakni 10,19% pada September 2020.

Baca juga: Wapres: Masih Banyak Masyarakat yang Rawan Pangan

Kemudian, usia harapan hidup di kedua provinsi juga masih rendah bila dibandingkan dengan rata-rata nasional. Namun, Muhadjir menyebut mulai ada perbaikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Karena di Papua Barat, usia harapan hidup mencapai 66,2 tahun dan di Papua lebih rendah lagi 65,79 tahun. Sedangkan rata-rata nasional sudah masuk di angka 71,56 tahun," imbuhnya.

Baca juga: Masyarakat Adat Adukan Kasus Bupati Mimika ke KPK

Indikator tingkat kemiskinan lain juga masih jauh dari rata-rata nasional. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, rata-rata lama sekolah di Papua Barat juga masih lebih tinggi dari Papua. Namun, angka itu jauh dibandingkan dengan rata-rata nasional.

"Rata-rata lama sekolah di Papua Barat sebesar 7,60%. Sedangkan Papua sebesar 6,69%. Angka rata-rata nasional masih jauh di atasnya, yaitu 8,48%," papar Muhadjir.

Begitu pula terkait akses terhadap sumber air di Papua dan Papua Barat yang juga masih rendah, yakni masing-masing  62,7% dan 79,69%. Sementara, rata-rata nasional sudah mencapai 90,21%. Untuk mengatasi persoalan kemiskinan, fokus pemerintah sangat intens, dengan pendekatan kesejahteraan menjadi prioritas.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT