28 April 2021, 19:05 WIB

Tilap Pajak Rp2,28 Miliar, Pengusaha Bali Ditangkap di Malang


Arnoldus Dhae | Nusantara

MI/ARNOLDUS DHAE
 MI/ARNOLDUS DHAE
IK, pengusaha periklanan asal Bali saat diserahkan dari Polda Bali ke Kejaksaan Negeri Denpasar

PELAKSANA Tugas Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen,
dan Penyidikan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Bali, Andri Puspo Heriyanto mengaku sudah menyerahkan tersangka IK, 37, dan barang bukti dugaan kasus pidana pajak ke Kejaksaan Negeri Denpasar. IK diduga merugikan negara hingga Rp2,28 miliar.

Penyerahan dilakukan di kantor Kejari Denpasar. "Tersangka IK adalah seorang pengusaha online advertising yang melakukan pengelolaan periklanan di website. IK diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan," papar Andri.

Tersangka, lanjutnya, dengan sengaja menyampaikan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi dan/atau keterangan Tahun Pajak 2015
yang isinya tidak benar atau tidak lengkap. Atas perbuatannya tersebut
tersangka IK telah menimbulkan kerugian pada pendapatan negara sebesar
Rp2.280.921.952.

Sebelumnya, terhadap tersangka telah dilakukan pengawasan dan pemeriksaan bukti permulaan. Saat itu, IK diberi hak untuk melakukan pengungkapan ketidakbenaran perbuatan, dengan cara membayar pajak-pajak
yang kurang dibayar beserta sanksi denda.

Namun ia tidak menggunakan hak tersebut. Penyidik PNS Kanwil DJP Bali pun meningkatkan pemeriksaan bukti permulaan ke tahap penyidikan.
Dalam proses penyidikan hak serupa juga diberikan, dengan cara melunasi pajak dan sanksi denda. Lagi-lagi, IK tidak memanfaatkan haknya itu.

Bahkan, dia sempat melarikan diri sejak 2017. Pada Desember 2020, polisi menetapkan IK masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pada 4 Maret, IK ditemukan di Kabupaten Malang. Ia pun ditahan di Rumah Tahanan Polda Bali. (N-2)

BERITA TERKAIT