28 April 2021, 06:14 WIB

Temanggung Mulai Bangun Delapan Infrastruktur


Tosiani | Nusantara

MI/Tosiani
 MI/Tosiani
Sejumlah rekanan proyek menghadiri peluncuran 19 paket pekerjaan konstruksi di Pendopo Jenar, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah tahun ini menganggarkan Rp1,7 miliar dari APBD kabupaten untuk rehabilitasi (rehab) dan rekonstruksi (rekon) delapan bangunan infrastruktur yang rusak parah akibat bencana.

Kedelapan proyek rehab rekon tersebut adalah pembangunan tahap dua ruang kelas SD Cemoro. Tahap satu pembangunan ruang kelas tersebut sudah dilakukam tahun 2020 lalu. Kemudian proyek pembangunan senderan Kali Gambir di Desa Jekerto, senderan Kali Lutut di Desa Candiroto, Sungai Brangongan di Parakan Kauman. Serta infrastruktur di Giyanti dan Kecamatan Pringsurat.

Kepala Pelaksana Harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei, mengatakan, pembangunan delapan infrastruktur tersebut menggunakan dana APBD II tahun ini senilai Rp1,7 miliar.

"Delapan rehab rekon paska bencana alam itu yang tergolong parah. Memang kita prioritaskan yang paling parah dulu kita kerjakan," ujar Dwi, Rabu (28/4).

baca juga: Infrastruktur

Dwi menargetkan pembangunan rehab rekon di delapan lokasi itu akan selesai dalam waktu 90 hari. Dengan demikian sekitar Juli mendatang semua infrastruktur yang telah dibangun itu sudah bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

"Beberapa proyek yang sudah kita luncurkan ini pada 26 April lalu mulai kita kerjakan semua," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT