26 April 2021, 07:03 WIB

Pembangunan Infrastruktur di Temanggung Gunakan Tenaga Lokal


Tosiani | Nusantara

Mi/Tosiani
 Mi/Tosiani
Kepala Bagian Pembangunan Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah Harnani Imtikhandari

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah tahun ini mengupayakan pembangunan 93 paket konstruksi jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19. Semua pembangunan infrastruktur akan menggunakan bahan baku dan tenaga kerja lokal.

Dari total 93 paket pekerjaan konstruksi tahun ini, menurut Kepala Bagian Pembangunan Pemkab Temanggung Harnani Imtikhandari, baru 19 proyek yang telah selesai lelang dan telah diluncurkan. Paket lainnya masih dalam proses lelang. Lalu dari 19 proyek itu, beberapa proyek yang tergolong paling besar ditangani empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Empat OPD tersebut adalah Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung. Semua proyek konstruksi ditarget selesai pada November 2021 mendatang.

"19 paket konstruksi itu dengan pendanaan dari APBD Kabupaten senilai Rp50,4 miliar. Ini baru 20 persen dari total 93 paket yang akan diluncurkan tahun 2021. Proyek lainnya masih dalam proses lelang,"terang Harnani di Temanggung, Senin (26/4).

Harnani menjelaskan tahun ini tugas Pemda adalah melakukan recovery pada situasi pasca pandemi covid-19, dengan pilihan target prioritas pemulihan ekonomi masyarakat. Karenanya, semua proyek konstruksi akan menggunakan bahan baku lokal dan tenaga kerja lokal guna membuka lapangan kerja.

"Harapannya setelah proyek terbangun daya beli masyarakat meningkat. Karena ini fasilitas kesehatan dan jalan, maka akses ekonomi makin lancar," ujar Harnani.

baca juga: Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur, katanya akan mendorong kelancaran ekonomi masyarakat. Adapun pembangunan fasilitas kesehatan diharapkan akan mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Karenanya rekanan berkewajiban untuk manfaatkan tenaga kerja lokal. Hal itu sudah diatur dalam kontrak.

"Tahun lalu pembangunan infrastruktur menemui banyak kendala karena ada pandemi covid-19. Ini baru mulai jalan lagi, tapi juga masih nunggu kepastian bantuan keuangan dari gubernur senilai Rp 50 miliar untuk mendorong pembangunan infrastruktur," pungkas Harnani. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT