25 April 2021, 12:01 WIB

Produksi Surplus, Stok Beras di Cianjur Aman hingga Lebaran


Benny Bastiandy | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
Produksi beras di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami surplus. Stok beras dipastikan aman selama Ramadan dan Idul Fitri

STOK beras di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, selama Ramadan hingga Idul Fitri1442 Hijriah dipastikan aman. Kepastian itu mengacu kepada perkiraaan produksi selama bulan ini melebihi dari perkiraan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Abdul Hanan menjelaskan perkiraan produksi ketersediaan beras di Kabupaten Cianjur pada April atau selama Ramadan mencapai kisaran 25.489 ton. Sedangkan perkiraan kebutuhan konsumsi di kisaran 21.848 ton.

"Jadi, neraca kita ada ketersediaan (surplus) sebanyak 3.641 ton," kata Hanan, Minggu (25/4).

Secara global, kata Hanan, selama Januari-Maret 2021, tingkat kebutuhan konsumsi beras masyarakat Kabupaten Cianjur sekitar 46.578 ton. Kebutuhan tersebut sudah terpenuhi karena produksi beras selama periode tersebut mencapai 230.338 ton.

"Jadi kita masih ada sisa 183.760 ton. Jadi, menghadapi Ramadan dan Lebaran ini kita masih siap memenuhi kebutuhan 2,4 juta jiwa warga Cianjur," ungkapnya.

Hanan menyebutkan dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur, terdapat 3 kecamatan yang cenderung minim produksi. Penyebabnya, lahan persawahan di tiga wilayah tersebut masih cukup kurang.

"Ketiga wilayah itu yakni Kecamatan Cianjur, Pacet, dan Cipanas. Tapi pada prinsipnya produksi beras mencukupi bahkan surplus karena ada semacam subsidi silang dari kecamatan lain yang produksinya cukup banyak," jelas Hanan.

baca juga: Stok pangan beras

Komoditas pangan strategis lainnya yang diperkirakan stoknya mencukupi antara lain jagung sebanyak 1.448 ton, bawang merah sebanyak 273 ton, cabai merah besar sebanyak 1.453 ton, cabai rawit 1.997 ton, daging sapi sebanyak 214 ton, daging ayam sebanyak 6.790 ton, dan telur ayam sebanyak 2.822 ton. Hanan mengaku sudah melaksankan rapat koordinasi lintas sektoral mengenai
kondisi perkembangan di lapangan.

"Hasil rapat koordinasi, kalau stok dipastikan aman hingga Ramadan. Namun untuk harga sifatnya fluktuatif. Kalau permintaan naik, harga juga pasti naik," tandasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT