22 April 2021, 21:15 WIB

Retas Macet di Bandung, Pemprov Jawa Barat Bangun Jalan Layang


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/BAYU ANGGORO
 MI/BAYU ANGGORO
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama sejumlah pejabat saat meresmikan jalan layang baru di Kota Bandung

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan terus menambah infrastruktur jalan untuk mengurai kemacetan di Kota Bandung. Di antaranya dengan membangun jalan layang dan tol layang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku tengah membahas pembangunan
Jalan Layang Kiaracondong-Buahbatu dan Tol Layang North-South (NS) Link
untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Jalan Layang Kiaracondong-Buahbatu rencananya dibangun melintasi perempatan kantor Samsat dan perempatan Buahbatu yang memiliki waktu tunggu lampu merah paling lama di Kota Bandung.

Sementara NS Link rencananya dibangun melayang dari Tol Pasirkoja, Jalan Peta-BKR-Laswi-Sukabumi-Supratman.

"Ada beberapa pekerjaan yang sifatnya infrastruktur jalan. Satu jalan layang dari Samsat sampai Perempatan Buahbatu, itu sedang kita kondisikan dengan pemerintah pusat. Kedua, NS-Link sedang kita bahas," kata Emil seusai meresmikan Jalan Layang Pelajar Pejuang 45 dan Jalan Layang Jakarta, Kamis (22/4).

Pembangunan dua jalan layang tersebut mutlak dibutuhkan untuk
mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang tidak bisa dihindari seiring
dengan kemajuan Kota Bandung dan juga pariwisata yang semakin ramai.
Untuk jangka panjang, selain merencanakan pembangunan jalan layang,
direncanakan juga pembangunan sarana transportasi umum berbasis rel.

"Jangka panjang diupayakan program-program, angkutan umum massal
berbasis rel, itu juga sudah masuk ke dalam rencana strategis dari
Bappenas. Sehingga pelan-pelan kita sempurnakan sehingga kenyaman kita
dalam bergerak dan mobilitas di kota ini lebih baik," katanya.

Diserahkan ke Pemkot Bandung

Untuk diketahui, Jalan Layang Pelajar Pejuang 45 dan Jalan Layang
Jakarta dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kedua jalan layang
tersebut diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kota Bandung.

"Hari ini kita resmi menyerahkan kepada Wali Kota Bandung, dua fasilitas yang memang selama ini sudah soft opening, dites, dan dievaluasi, hasilnya sangat baik. Menandakan apa yang diaspirasikan Kota Bandung kita penuhi," kata Emil.

Dua jalan layang tadi diharapkan dapat memperlancar lalu lintas yang
selama ini cenderung padat di dua titik tersebut. "Maka konsekuensi
berupa pembangunan jalan layang harus kita teruskan, di mana lagi
kira-kira untuk membantu kepolisian mengurangi beban kemacetan,"
katanya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat A Koswara
mengatakan flyover Jalan Jakarta memiliki bentang jembatan 40,8 meter
dan panjang keseluruhan 480 meter. Pembangunannya memakan anggaran Rp34
miliar.

Sementara flyover Jalan Pelajar Pejuang 45 mempunyai bentang jembatan
35,8 meter dan panjang keseluruhan 480 meter. Biaya pembangunannya
mencapai Rp29 miliar.

"Pada 2021 pada kedua flyover ini akan dilakukan pengerjaan
beautifikasi, sehingga akan menambah estetika di Kota Bandung yang tentu dengan nilai estetika yang selaras dengan Jawa Barat," katanya.

Sejak 15 Desember 2020 kedua flyover tersebut sudah diuji coba dan digunakan untuk melayani arus lalu lintas saat Natal dan Tahun Baru. (N-3)

 

BERITA TERKAIT