18 April 2021, 09:44 WIB

Pedagang Takjil di Beru Diserbu Pembeli


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
Warga membeli hidangan takjil di Beru, NTT.

MEMASUKI bulan suci Ramadan, pedagang makanan menu berbuka puasa (takjil) membanjiri jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain umat muslim yang akan berbuka puasa, warga nonmuslim juga ikut menyerbut dagangan yang berupa es buah, es cendol, gorengan, aneka puding, dan menu lainnya itu.

Salah satu pedagang takjil, Siti Zulaiha  mengatakan selain umat islam yang membeli dagangan hendak berbuka puasa dan juga ada pembeli dari nonmuslim yang membeli dagangannya.

Baca juga: Bupati Malang Larang Kerabat Korban Bencana Mudik

Dia mengaku pembeli dagangan takjilnya lebih banyak pembeli dari nonmuslim. Mengingat mayoritas penduduk di Kabupaten Sikka dari kalangan
nonmuslim.

"Kalau umat Islam asli sini pasti mereka buat takjil ini untuk buka puasanya di rumahnya. Kalau dagang kita ini, beli takjil ini biasa umat Islam asal Jawa yang bekerja sementara di Sikka ini. Tetapi kalau dihitung-hitung justru pembeli takjil ini dari nonmuslim yang lebih banyak. Kalau di tempat di Beru sudah sejak lama, kalau ramadan biasa pembeli dari nonmuslim paling banyak," papar dia saat ditemui mediainonesia.com, Sabtu (17/4).

Siti mengatakan di bulan Ramadan kali ini dirinya harus menambah lagi jumlah dagangan takjil ketimbang di hari-hari biasa.

"Alhamdulillah sudah beberapa hari ini jualan takjil ini habis terus. Peminatnya cukup banyak dagangan saya, hampir setiap hari laku dibeli," kata dia

Senada juga disampaikan Rusmina. Ia mengakui dirinya menjual takjil di bulan Ramadan pemasukan sangat luar biasa. Hal itu karena dagangannya tidak hanya dibeli oleh umat muslim untuk berbuka puasa tetapi juga umat nonmuslim

"Paling banyak pembeli dagangan kita itu nonmuslim. Ada juga pembeli takjil ini dari muslim. Tetapi kalau jumlah, lebih banyak nonmuslim yang beli dagangan," tandas Rusmina.

Rusmina mengakui selama bulan Ramadan, banyak sekali yang datang membeli takjil ini terutama di sore hari sekitar jam 16.00 wita.

"Takjil ini habis terus. Alhamdulillah keuntungan yang kita peroleh di bulan Ramadan ini dari jual takjil ini," ucap dia.

Sementara itu, pantauan mediaindonesia.com, puluhan pedagang telah ramai berkumpul dan menjual dagangannya di sepanjang jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Beru. Para pembeli dari muslim dan nonmuslim pun silih berganti mencari makanan takjil.

Harganya pun cukup terjangkau, hal ini terbukti karena para pedagang terlihat kewalahan saat melayani pembeli akibat dagangan mereka laris manis diborong warga yang hendak berbuka puasa dan warga nonmuslim yang ingin juga menikmati makanan di sore ini.

Sekedar diketahui, jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Beru ini tiap tahunnya, selama bulan Ramadan, pasti banyak pedagang yang menjual takjil untuk makanan berbuka puasa. (OL-1)

BERITA TERKAIT