17 April 2021, 10:59 WIB

Warga Sering Gelar Pesta, Kasus Covid-19 di Sikka Naik


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
Warga terkonfirmasi positif Covid-19 sedang menjalani perawatan di Sikka Conversation Centre

KASUS Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur kembali meningkat. Hal ini dipicu pesta yang masih digelar oleh masyarakat dengan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka bidang kesehatan Dokter Clara Francis menuturkan pembiaraan pelaksanaan kegiatan keramaian seperti pesta pernikahan dan pesta sambut baru menjadi salah satu penyebab tingginya kasus covid-19 di Sikka.

Ia mencatat, saat ini ada 119 warga terkonfirmasi positif yang sedang menjalani perawatan di beberapa tempat ruang isolasi seperti di ruang isolasi rumah sakit dr TC Hillers Maumere, isolasi Roxy dan Sikka Convention Center.

"Seharusnya kegiatan keramaian seperti pesta dilarang dulu karena potensi penyebaran virus di situ sangat tinggi. Kalau pesta jalan terus maka kita akan terus panen kasus Covid-19," ungkap Clara Francis kepada mediaindonesia.com, Sabtu (17/4).

Dia mengatakan pemerintah sudah berusaha untuk memberikan himbauan agar masyarakat jangan menggelar acara apapun yang menimbulkan kerumunan. Sayangnya imbauan pemerintah tidak diindahkan oleh masyarakat. Selain faktor pesta, kata dia, masyarakat masih abaikan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

"Bagaimana kasus covid-19 tidak meningkat, kalau warganya tidak disiplin protokol kesehatan, pesta masih jalan terus dan imbauan pemerintah tidak diindahkan. Ini kan repot jadinya. Mau apapun bentuknya, kalau tidak disiplin pasti kasus Covid di Sikka meningkat terus, " papar dia.

baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Klaten Kembali Bertambah

Untuk itu, Clara Francis meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sehingga kasus covid-19 di Sikka kembali menurun.

Disampaikan dia, tidak ada upaya lain yang efektif selain masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di Kabupaten Sikka saat ini. Sikap mematuhi protokol kesehatan adalah kewajiban semua pihak dalam situasi pandemi seperti ini.

"Saya minta seluruh elemen masyarakat menyadari pentingnya kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Imbauan yang diberikan oleh pemerintah pun harus menjadi alarm untuk meningkatkan kepatuhan. Apabila masyarakat terus acuh maka angka penularan dan angka kematian akibat Covid-19 akan semakin meningkat di Sikka," pungkas dia. (OL-3)

BERITA TERKAIT