08 April 2021, 17:41 WIB

BMKG Tambah Tujuh Sensor Deteksi Gempa Di Sulteng


M Taufan SP Bustan | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi alat deteksi gempa 

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kelas I Palu, Sulawesi Tengah, menambah tujuh sensor deteksi gempa di Sulteng. Sensor itu untuk mengantisipasi terjadinya gempa sehingga bisa mengurangi resiko.

Staf BMKG kelas I Palu, Sugeng mengatakan, dalam upaya pengurangan resiko, penambahan sensor tersebut menjadi penting. Dengan sensor itu kekuatan guncangan bisa terdeteksi dengan cepat. "Ketika ada guncangan stasiun kita bisa langsung mendeteksi," terangnya, Kamis (8/4).  

Menurut Sugeng, tujuh titik sensor pendeteksi itu dipasang di beberapa daerah. Dua titik dipasang di Kabupaten Banggai, satu di Tojo Unauna, dua di Poso, dan dua di Kabupaten Parigi Mautong. "Dan sampai saat ini masih proses pemasangan," paparnya.

Sugeng mengungkapkan, sebelumnya BMKG Palu telah menambah 16 sensor serupa di enam titik di Kabupaten Donggala, meliputi Kecamatan Banawa, Banawa Selatan, Balaesang, Balaesang Tanjung, Sindue, dan Kecamatan Rio Pakava. Selain itu, lanjutnya, tiga titik dipasang juga di Kabupaten Poso meliputi Desa Wasa, Kasiguncu, Bariri, dan dua titik  di Kabupaten Parigi Mautong meliputi Toboli, Taupa.  

"Kemudian satu titik dipasang di Kabupaten Buol, satu di Banggai, dan tiga titik dipasang di Kabupaten Morowali," jelas Sugeng,  

Dengan alat tersebut, nantinya akan menambah kecepatan dan akurasi analisa data saat gempa terjadi. "Sejauh ini hampir semua wilayah di Sulteng, sudah terpasang sensor. Tentu ke depan akan semakin menambah kecepatan informasi ketika gempa terjadi," tandas Sugeng. (OL-15)

BERITA TERKAIT