05 April 2021, 09:33 WIB

Banjir NTT, 82% Gardu Distribusi PLN Kembali Menyala


Insi Nantika Jelita | Nusantara

ANTARA FOTO/DOK BPBD Flores Timur
 ANTARA FOTO/DOK BPBD Flores Timur
Sejumlah rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021)  

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PLN berupaya melakukan pemulihan kelistrikan terdampak cuaca ekstrim, banjir dan longsor yang melanda beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan, hingga Minggu (4/4) malam, total 4.885 gardu atau sebanyak 82 persen gardu yang terdampak banjir dikatakan telah kembali menyala. Lebih dari 643 ribu pelanggan kini dapat menikmati aliran listrik PLN kembali.

"Petugas kami terus bersiaga untuk mengamankan aliran listrik dan melakukan pemulihan listrik, khususnya di lokasi terdampak banjir atau longsor," ujar Agustinus dalam keterangannya yang dikutip Senin (5/4).

Menurutnya, pemadaman listrik dilakukan guna demi keselamatan dan keamanan warga di tengah banjir dan longsor yang melanda beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Malaka, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timur Tengah Selatan, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, Minggu (4/4) dinihari.

"Aliran listrik di lokasi banjir dan longsor untuk sementara kami hentikan demi keselamatan warga," tutur Agustinus.

Hingga saat ini, pihaknya mengaku masih melakukan perbaikan gardu yang terdampak banjir dan longsor. Agustinus menyebut, PLN memastikan akan segera melakukan pemulihan aliran listrik ketika banjir telah surut atau kondisi jaringan telah dipastikan aman.

"Tim kami masih terus bekerja di lapangan, melakukan pendataan di lapangan, sejauh apa kerusakan yang terjadi dan tentunya segera melakukan pemulihan. Sinyal telekomunikasi di lokasi pun sulit," tambah Agustinus.

baca juga: Gobel Minta Pemerintah Tetapkan KLB Bencana NTT

Pihaknya menjelaskan, dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya bibit Siklon Tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di hampir seluruh wilayah NTT dalam beberapa hari ke depan.

"Melihat apa yang disampaikan BMKG tentu kami terus bersiaga dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kelistrikan di sekitar," ucap Agustinus.

PLN pun mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan ketika musim hujan dan terjadi banjir. Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT