02 April 2021, 08:36 WIB

Ribuan Petugas Amankan Ibadah Paskah untuk Antisipasi Adanya Teror


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Andri Widiyanto
 MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi: Sejumlah aparat gabungan dari TNI dan Polri melakukan penjagaan di depan Gereja Katedral, Jakarta

RIBUAN petugas gabungan baik Polri, TNI, Satpol PP dan organisasi masyarakat (Ormas) melakukan pengamanan pelaksanaan ibadah paskah di ratusan gereja yang tersebar pada 35 daerah di Jawa Tengah untuk mengantisipasi terjadinya aksi teror.

Pemantauan Media Indonesia, Jumat (2/4), pelaksanaan ibadah Paskah di beberapa daerah di Jawa Tengah berlangsung tertib dan aman. Umat Nasrani menghadiri misa yang terbagi dalam beberapa gelombang terlihat tenang dan tidak merasa terancam serta sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

Pengamanan ratusan gereja oleh aparat keamanan dari kepolisian, TNI, Satpol-PP dibantu ormas terlihat cukup ketat, baik petugas berseragam maupun berpakaian preman menjaga di beberapa sudut dari mulai jalan, halaman maupun gedung dengan senjata lengkap serta mengerahkan anjing pelacak juga menggunakan metal detektor.

"Meskipun aksi teror kembali mencuat, kami merasa aman dan nyaman beribadah karena hadirnya aparat keamanan menjaga gereja pada ibadah paskah ini," kata salah satu jemaah di Gereja Kalisari, Pardede, 45.

Sehari sebelumnya, Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi telah menyiapkan personel pengamanan ketat untuk mengantisipasi aksi teror saat perayaan Paskah, dengan menurunkan ribuan petugas baik dari kepolisian maupun TNI termasuk tim anti-teror yang dilengkapi persenjataan lengkap.

"Seluruh Jateng saya perintahkan untuk dilakukan pengamanan supermaksimal, tidak hanya gereja tetapi juga seluruh wilayah termasuk fasilitas umum dan obyek vital," ujar Ahmad Luthfi.

Baca juga: 350 Personel Gabungan Amankan Perayaan Paskah di Klaten

Dalam pelaksanaan ibadah paskah, demikian Ahmad Luthfi, TNI dan Polri memberikan jaminan kepada masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah sehingga warga yang hendak melaksanakan ibadah tidak perlu khawatir akan adanya potensi terosisme yang menyasar tempat-tempat ibadah.

Kepala Bagian Operasional Polrestabes Semarang AKBP Recky R mengatakan berdasarkan pemetaan ada 236 gereja yang terdata di Kota Semarang dan 22 gereja di antaranya memiliki umat lebih dari seribu orang.

"Dalam pengamanan kami diback up dari TNI dan Brimob," kata Recky.

Sebanyak 773 personel, lanjut Recky, dikerahkan untuk pengamanan ibadah paskah ini, bahkan 11 gereja akan dilakukan pengaman 1x24 jam serta operasi gabungan skala besar yang dilaksanakan sejak Kamis (1/4) hingga Minggu (4/4) yang terbagi tiga zona yakni timur, barat dan selatan.

Kepala Polres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama mengungkapkan menyusul terjadinya aksi teror dalam mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan, sebanyak 500 personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan ibadah paskah di Blora.

"Tim Keamanan Gabungan itu meliputi 314 anggota Polisi, 60 anggota TNI dari Kodim Blora dan sisanya dari ormas keagamaan yang turut berpartisipasi menjaga keamanan," ungkap Wiraga.

Pengamanan dilengkapi anjing pelacak dan metal detector, juga dilengkapi persenjataan lengkap dikonsentrasikan di 54 dari 74 gereja yang ada di Blora digunakan untuk ibadah paskah. Demikian juga terlihat dalam pengamanan di 44 gereja di Kabupaten Demak, ratusan personel dari TNI dan Polri lakukan penjagaan ketat dibantu ormas.

"Kira buat pengamanan secara berlapis dari sebelum dan sesudah ibadah paskah di seluruh gereja yang ada," ujar Kepala Bagian Operasional Polres Demak Kompol Son Haji.

Sedangkan, Kepala Polres Pekalongan Kota AKBP M Irwan Susanto telah mengerahkan sebanyak 190 personel bersenjata lengkap, ditambah perbantuan dari TNI, Brimob, Satpol PP, ormas, untuk menjaga 18 gereja di kota batik ini dengan persenjataan lengkap berikut anjing pelacak dan alat metal detector untuk mengantisipasi gangguan teroris.

"Kita tidak mau kecolongan, sehingga dilakukan pengamanan ketat dalam kegiatan keagamaan ini serta dilakukan penjagaan di seluruh wilayah kota dengan patroli dan penempatan petugas," tutur Irwan Susanto.(OL-5)

BERITA TERKAIT