30 March 2021, 22:31 WIB

Dianiaya Bupati, Kasatpol PP Sikka Mengadu ke DPRD


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
Situasi Pansus  DPRD Sikka dengan Satpol PP Kabupaten Sikka yang berlangsung, Selasa (30/3).

KEPALA Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang Da Cunha bersama tiga anggotanya mengaku dipukul Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo di rumah pribadinya, di Desa Lepolima, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (24/3).

Hal ini terungkap dalam rapat Pansus I DPRD Sikka bersama Dinas Satpol PP Sikka yang berlangsung, Selasa (30/3) di Gedung DPRD Sikka.

Adeodatus Buang Da Cunha di hadapan anggota DPRD Sikka menceritakan, kejadian ini berawal ia bersama dengan tiga anggotanya dipanggil oleh Bupati Sikka ke rumah pribadinya yang terletak di lingkar luar. Selanjutnya, ia bersama tiga anggotanya dimarahi oleh Bupati Sikka karena menutup usaha warga tidak memiliki izin dan melakukan operasi yustisi razia masker yang tidak humanis kepada warga.

"Bupati marah-marah dengan kami. Kami berdiri semua. Kami dipukul dan ditendang oleh Bupati Sikka," ujar Adeodatus di hadapan anggota DPRD Sikka dalam rapat pansus.

Ia mengakui apa yang dilakukan oleh Bupati Sikka adalah sebagai bentuk pembinaan bagi terhadap dirinya bersama anggotanya. "Saya anggap pemukulan yang dilakukan oleh Bupati Sikka sebagai pembinaan kepada kami. Saya menyadari sekali itu. Jadi apa yang dilakukan oleh Bupati Sikka adalah bentuk pembinaan," ujar dia.

Sementara itu, anggota DPRD Sikka Florensia Klowe sekaligus yang memimpin rapat Pansus I itu menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Bupati Sikka terhadap bawahannya. Ia menegaskan kalau memang itu pembinaan yang dilakukan oleh Bupati Sikka tidak seharusnya di rumah pribadinya.

"Kalau itu pembinaan itu harusnya di kantor Satpol PP Sikka. Tidak dilakukan dirumah.Yang dipukul Bupati Sikka itu adalah saudara-saudara kami. Kami tidak terima penjelasan Pak Kasatpol PP Sikka bahwa tindakan yang dilakukan oleh Bupati Sikka itu adalah pembinaan," ujar dia.

Dirinya menegaskan seharusnya tindakan yang dilakukan oleh Bupati Sikka tidak perlu terjadi. Ia juga kembali mengingatkan tindakan Bupati Sikka itu tidak boleh terulang kembali terhadap ASN yang lainnya.

"Kami cukup kecewa sekali penjelasan Kasat Pol PP Sikka bahwa tindakan pemukulan yang dilakukan oleh Bupati Sikka itu bagian dari bentuk pembinaan. Kami cukup kecewa sekali Kasat Pol PP Sikka bisa menerimanya itu," sesalnya dalam ruang sidang.

Usai rapat pansus, Kasatpol PP Sikka Adeodatus Buang Da Cunha enggan berkomentar dan pergi meninggalkan wartawan. Dirinya pun meminta wartawan untuk konfirmasi lagi di anggotanya. Saat wartawan pun konfirmasi anggotanya yang juga diduga dipukul enggan berkomentar. (OL-13)

Baca Juga:  BI Tegal Sokong Produk Lokal Bisa Naik Kelas

BERITA TERKAIT