27 March 2021, 08:08 WIB

Kampus Ini Izinkan Mahasiswa Bayar Uang Kuliah Dengan Hasil Bumi


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
Kampus IKIP Muhammadiyah Maumere, Kabupaten Sikka, NTT

KAMPUS IKIP Muhammadiyah Maumere, Kabupaten Sikka mengeluarkan kebijakan selama pandemi, para mahasiswa yang berkuliah di kampus tersebut bisa membayar uang kuliah dengan menggunakan hasil bumi.

Rektor IKIP Muhammadiyah Maumere, Rodja Abdul Natsir melalui Wakil Rektor I, Erwin Prasetyo kepada mediaindonesia.com, Jumat (26/3) mengatakan sekitar 90 persen mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampusnya dari kalangan tidak mampu. Selain itu, setiap kali mahasiswa ingin ujian, mereka selalu mengajukan dispensasi akibat kendala biaya kuliah. Ditambah lagi di masa pandemi ini, orang tua mereka kesulitan membayar uang kuliah.

Untuk itu pihak kampus lalu mengambil sebuah kebijakan dengan membayar uang kuliah dengan hasil bumi. Hal ini dilakukan agar mahasiswanya tidak putus kuliah atau drop out (DO) karena tidak mampu membayar uang kuliahnya.

"Mereka ingin terus melanjutkan pendidikannya. Jangan karena uang kuliah, mereka tidak kuliah. Padahal mereka punya hasil bumi yang ditanam di kebun mereka. Mengapa kita tidak konseversi hasil bumi mereka dengan uang," tegasnya. 

Erwin mengatakan sistem pembayaran uang kuliah pakai hasil bumi ini. Setelah hasil bumi mereka panen diantar ke kampus untuk membayar uang kuliah sesuai dengan jumlahnya.

"Jadi mereka kuliah dulu. Setelah hasil bumi mereka panen baru antar ke kampus. Selagi hasil bumi mereka belum panen, mereka tetap kuliah. Jadi pembayaran uang kuliah, setelah hasil bumi itu panen," tutur dia.

Erwin mengaku pihak kampus juga memberikan pendampingan kepada orang tuanya yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan. 

"Nanti kita juga memberikan pendampingan kepada orang tua mereka. Nanti setiap bulan atau minggu kita akan turun ke orang tua mahasiswa untuk memberikan pendampingan seperti pertanian dan perkebunan agar mereka betul-betul merawat tanamannya. Sehingga bisa membayar uang kuliah bagi anak mereka," bebernya.

baca juga: Hidupkan Aksara Jawa dari Kelas hingga Kegiatan Sehari-Hari

Menurut dia, kebijakan membayar uang kuliah pakai hasil bumi ini juga ada positifnya, yaitu memotivasi orang tua petani bahwa tidak susah menyekolahkan anak-anak untuk menempuh pendidikan tinggi.

"Kita mengubah persepsi mereka selama ini bahwa untuk menyekolahkan anak itu susah, sedangkan sumber daya alam di sekitar kita melimpah. Maka muncul semangat para petani itu untuk menanam dan merawat tanaman hasil bumi demi menyekolahkan anak mereka," kata Erwin.

Ia mengaku sudah ada beberapa mahasiswa membayar uang kuliah dengan menggunakan hasil bumi. 

"Kemarin itu ada beberapa mahasiswa yang datang antar kelapa mereka untuk membayar uang kuliah. Kita beli sesuai harga pasar," pungkas Erwin. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT