25 March 2021, 11:50 WIB

Karena Covid-19, Keuskupan Maumere Larang Paroki Gelar Tablo


Gabriel Langga | Nusantara

Dok MI/ROMMY PUJIANTO
 Dok MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi--Drama visualisasi Jalan Salib (Tablo) saat Jumat Agung di Gereja Katolik Santa Maria Regina, Bintaro, Tangsel, 2019 lalu.

DI masa prapaskah, umat Katolik seluruh dunia, pada Jumat Agung, mengadakan ibadah tablo atau visualisasi jalan salib untuk mengenang
peristiwa wafatnya Yesus di kayu salib.

Namun, tahun ini, untuk mencegah penyebaran covid-19, Keuskupan Maumere tidak mengizinkan umat di setiap paroki di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar ibadah tablo saat Jumat Agung.

Uskup Maumere Mgr Ewaldus Martinus Sedu, Pr, melalui Sekretaris Uskup Maumere Romo Epi Rimo, kepada mediaindonesia.com, Kamis (25/3) mengatakan pada Jumat Agung tahun ini paroki tidak diizinkan menggelar tablo.

Baca juga: PKL Malioboro Diingatkan Segera Vaksinasi Covid-19

Biasanya, kata dia, tablo ini diperankan para mudika yang menggunakan kostum sesuai dengan peran masing-masing, seperti ada yang menjadi prajurit Roma, orang Farisi yang membawa sebuah kitab, dan Yesus yang berpakaian lusuh serta berdarah karena disiksa.

"Biasakan kalau ibadah tablo itu pasti banyak orang yang datang saat Jumat Agung. Untuk ibadah tablo yang kita tidak izinkan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Sikka," papar Romo Epi Rimo

Meski demikian, kata dia, jalan salib yang dilakukan di dalam gereja tetap digelar untuk merayakan Jumat Agung. Namun, dengan jumlah umat yang terbatas di dalam gereja.

"Untuk tablo tidak diizinkan. Tetapi jalan salib yang biasa kita lakukan di gereja tetap dilaksanakan seperti biasa. Sementara untuk  penghormatan salib tidak diizinkan mencium salib. Umat hanya menundukkan kepala atau membungkukkan badan atau dengan berlutut dengan tetap menjaga jarak," ungkap dia.

Selain itu, ia menuturkan kegiatan yang biasa dilaksanakan tiap tahun yaitu prosesi logu Senhor yang ada di Desa Sikka juga tidak diizinkan untuk digelar.

"Kita sudah berikan pengumuman kepada umat melalui setiap paroki di wilayah Keuskupan Maumere bahwa tablo dan prosesi logu Senhor kita tidak
diizinkan digelar," tandas dia.

Ia menambahkan, untuk perayaan misa Kamis Putih, upacara pembasuhan kaki juga ditiadakan. (OL-1)

BERITA TERKAIT