19 March 2021, 11:52 WIB

Lidah Balita di Sikka Membesar & Menjulur Hingga 8,5 Cm


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
Kristina Yunita (tengah) bersama neneknya dan ibunya di Kabupaten Sikka.

KRISTINA Yunita balita usia dua tahun yang menetap di lingkungan tanah PDAM, tepatnya di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menderita penyakit langka. Anak dari pasangan Stefanus Yoman Sugiono dan Teodora Nangjob ini memiliki kondisi lidah yang besar dan menjulur. Bahkan ukuran lidahnya lebih besar dari ukuran orang dewasa, panjangnya diperkirakan sekitar 8,5 sentimeter.

Saat ditemui mediaindonesia, Jumat (19/3) pagi, Teodora Nangjob menceritakan anaknya dilahirkan sudah memiliki lidah menjulur panjang. Lidah anaknya terus mengalami pertumbuhan dan terus memanjang.

Dirinya mengaku, ketika anaknya berusia satu tahun, sempat membawa berobat di rumah sakit Bunda Pengharapan yang ada di Makassar. Kemudian anaknya didiagnosa kanker atau tumor lidah. Selanjutnya, anaknya diminta untuk menjalani rawat jalan. Dalam perjalanan, pihak dokter mengaku tidak berani menangani anaknya dikarenakan menderita penyakit langka. Kemudian disarankan untuk mencari pengobatan lain.

Untuk itu, sekitar Agustus 2020, ia bersama suaminya membawa anaknya ke Maumere untuk berobat.

"Saya ini asli Papua. Tetapi suaminya saya asal Maumere. Disana kami tinggal di Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Karena anak kami tidak sembuh-sembuh, kami terpaksa bawa ke Maumere untuk berobat," ungkap dia.

Selama berada di Maumere, anaknya dibawa ke pendoa suster yang ada di Wairhubing untuk berobat dan diberikan ramuan tradisional. Selama berobat, lidahnya anaknya yang tadinya berwarna hitam berubah menjadi merah. Namun, tetap membesar dan terus menjulur hingga sekarang.

Untuk makan pun tidak bisa menggunakan bantuan sendok, hanya dengan tangan. Makanan pun dikunyah lebih dulu oleh sang ibu baru kemudian diberikan kepada anaknya.

"Sampai saat ini kami belum bawa ke dokter yang ada di Maumere meski memiliki BPJS. Kami masih berobat pakai alternatif. Mau bawa ke dokter, tetapi ayahnya tidak mau karena pernah kecewa dengan dokter," papar dia.

Baca juga: Ribuan Balita Di Temanggung Alami Stunting

Sementara itu, salah satu keluarganya, Avensia Avelina, yang rumahnya ditempati Kristina Yunita bersama ibunya, menceritakan selama berada di Maumere sang keponakan langsung dibawa ke pengobatan alternatif dan diberikan ramuan.

"Awalnya di bandara, saya jemput mereka, lihat keponakan punya lidah, saya jadi takut hingga menangis. Ketika dua hari menetap di rumah, keponakan ini punya lidah besar, panjang dan warna lidahnya hitam. Siang malam, keponakan hanya menangis saja. Jadi kami bawa ke pengobatan alternatif. Jadi kondisi saat ini, lidahnya sudah berubah warna merah dan juga bisa makan dan minum susu," ungkap dia.

"Keponakan ini kan punya ayah ada di Papua sekarang. Kami minta untuk bawa ke dokter tetapi ayahnya tidak mau. Ayahnya selalu bilang bahwa ke dokter saja tidak ada penanganan. Itu yang membuat ayahnya sangat kecewa dengan dokter," papar dia.

Sementara itu, berdasarkan pantuan mediaindonesia, Kristina Yunita yang usianya sekarang dua tahun sangat aktif seperti anak lainnya. Namun hanya kondisi lidahnya yang membuat dirinya harus bermain sendiri tanpa teman.(OL-5)

BERITA TERKAIT