15 March 2021, 07:59 WIB

Kasus DBD Tahun Ini di Sikka Turun Drastis


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
 Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.

BUPATI Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengklaim kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya mengalami penurunan drastis. Ia mencatat sepanjang Januari hingga Februari 2021 terdapat hanya 54 kasus DBD. Jumlah tersebut, kata dia, turun jika dibanding periode yang sama tahun 2020, terdapat 1.074 pasien terjangkit DBD, dengan 16 orang di antaranya meninggal dunia.

"Tahun 2021 dengan periode yang sama kasus DBD di Sikka mengalami penurunan sangat drastis. Kasus DBD di bawah seratus. Sekarang ada 54 kasus DBD. Artinya kita berhasil menurunkan angka kasus DBD di Sikka dibanding dengan tahun lalu," ujar Bupati Sikka saat ditemui mediaindonesia.com, Minggu (14/3).

Bupati Sikka menceritakan setelah peristiwa kasus DBD tahun kemarin yang meningkat tajam hingga beberapa kali pihaknya keluarkan status KLB DBD, bupati langsung menyusun strategi dengan melibatkan semua pihak. Terutama para petugas tenaga medis untuk turun langsung mengunjungi rumah-rumah warga secara intens. Jumlah kunjungan mencapai 100 persen.

"Intinya angka bebas jentik harus dikendalikan di atas angka 90 persen agar mencegah kasus DBD ini. Jadi, kemarin setiap satu orang petugas medis mengkoordinir 40 rumah. Mereka terus melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga dengan melakukan penerapan metode pemicuan STBM. Selain itu setiap satu rumah warga ditempatkan satu jumantik (juru pemantau jentik).Sehingga angka bebas jentik (ABJ) Kabupaten Sikka mencapai 90% lebih. Dan hasilnya kasus DBD di Sikka mengalami penurunan. Jadi kita berhasil turunkan kasus DBD di Sikka untuk tahun 2021," terang Bupati.

baca juga: Pemkab Sikka Anggap KLB Demam Berdarah Tahun Ini Terparah 

Bupati mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam menurunkan kasus DBD di Kabupaten Sikka. Ia berjanji akan terus melakukan pengendalian DBD hingga nol kasus untuk tahun ini.

"Kita tidak boleh lengah. Kita akan terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam pencegahan DBD ini. Jadi mari kita bergotong royong semua," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT