14 March 2021, 05:35 WIB

Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan Tanpa Ogoh Ogoh


Agus Utantoro | Nusantara

MI/Agus Utantoro
 MI/Agus Utantoro
Ritual Mendak Tirta dalam rangkaian Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan, Sabtu (13/3).

UMAT HINDU di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya menggelar  upacara Tawur Agung Kesanga di halaman Candi Prambanan, Sabtu (13/3). Acara yang menjadi bagian perayaan Hari Raya Nyepi ini berlabnsung tanpa tanpa arakan-arakan ogoh-ogoh.  

Biasanya upacara Tawur Agung ini diisi dengan berbagai kegiatan  seperti tari Ogoh Ogoh dan pentas budaya. Namun karena situasi pandemi Covid-19, upacara Tawur Agung ini digelar secara lebih sederhana, namun tidak mengurangi kekhidmatan.

"Untuk perayaan kali ini kami memang membatasi jumlah orang yang datang langsung. Paling banyak memang Prambanan dengan jumlah 100 peserta. Ditempat lainhanya 50 orang. Kami mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah demi ikut serta menurunkan kurva pandemi," imbuh Ketua Panitia Nyepi 1 Saka 1943, I Wayan T Artama.

Dalam situasi normal, rangkaian ritual Tawur Kesanga di Candi Prambanan, bisa diikuti ribuan orang, Namun dalam kondisi pandemi Covid-19 ritual Tawur Kesanga hanya dikuiti panitia, petugas, dan perwakilan umat yang berjumlah 100 orang.

Di sisi lain, dalam perayaan yang mengangkat tema 'Memayu Hayuning Bhuwana dan Meningkatkan Harmoni Menuju Indonesia Sehat', Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana mengajak umat untu krefleksi terhadap kondisi  saat ini dan membangun kehidupan yang lebih baik lagi.

"Mari momentum ini kita gunakan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh Indonesia diberi kekuatan. Momen ini bisa digunakan untuk membangun kehidupan yang baru, kehidupan yang lebih baik untuk menghadapi tantangan di era pandemi ini," kata Ari Dwipayana.

Ia mengungkapkan, upacara Tawur Agung ini, merupakan proses penyucian manusia agar dapat hidup selaras dengan alam semesta dan melestarikan keharmonisandenga alam. (OL-15).

BERITA TERKAIT