10 March 2021, 10:47 WIB

Ribuan ASN di Sikka Belum Terima Gaji sejak Januari 2021


Gabriel Langga | Nusantara

dok.mi
 dok.mi
Ilustrasi

SETIDAKNYA ada 6.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sikka, NTT pada Maret ini belum menerima gaji. Padahal biasanya di awal bulan gaji mereka sudah masuk otomatis ke rekeningnya masing-masing.

Berdasarkan pantauan mediaindonesia.com, terlihat sejumlah ASN mendatangi ATM Bank NTT untuk menarik gaji bulan mereka. Sayangnya, gaji pun juga tak kunjung masuk di rekening mereka. Hal ini membuat mereka kecewa.

Salah satu ASN di Sikka saat ditemui mediaindonesia.com yang enggan namanya disebut mengatakan, di bulan Maret 2021 ini dirinya belum menerima gaji sehingga terpaksa berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga untuk membayar biaya anak pendidikan.

Ia mengaku biasanya di awal bulan, gaji mereka sudah terima yang ditransfer di ATM Bank NTT. "Sudah beberapa hari ini, saya cek di rekening tetapi gaji belum masuk. Padahal saya mau bayar utang karena saya ada pinjam uang kemarin untuk kirim buat anak untuk biaya hidup dan biaya pendidikan kuliah anak di Jawa " ujar dia.

Dia tidak mengetahui alasan keterlambatan pembayaran gaji ini. "Saya juga tidak tahu alasan apa gaji belum diterima. Saya harap semoga dalam waktu dekat ini gaji sudah masuk di rekeningnya," harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan satu ASN yang bertugas di Kantor Kecamatan Palue yang juga tak ingin namanya di publish. Dia mengatakan, untuk kami di ASN di Palue sudah tiga bulan belum terima gaji dari bulan Januari, Februari dan Maret. Ia juga mengaku tidak mengetahui realisasi gaji tersebut. Karena hingga kini belum mendapat kejelasan dari instansi tempat dia bekerja.

"Kalau kami tugas di Kantor Camat Palue, terimanya manual saja. Tetapi sampai hari ini, kami sudah tiga bulan belum terima pembayaran gaji," tandasnya

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan P dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sikka, Paul Prasetya saat dikonfirmasi, Rabu (10/3) menjelaskan, keterlambatan gaji ASN ini dikarenakan ada perubahan persyaratan dan isi laporan ada penambahan. Contohnya dulu laporan per bidang. Namun sekarang sudah laporan per program kegiatan.

Selain itu keterlambatan pembayaran gaji ini dikarenakan kendala pada Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Yang mana kita harus melakukan penyesuaian penatausahaan keuangan pada SIPD.

"Seluruh penatausahaan keuangan pada SIPD macet. Terpaksa kita harus membuat secara manual, kita harus hitung satu-satu. Nah ini yang menjadi kesulitan pelaporan hingga dana alokasi umum (DAU) dari pemerintah pusat belum turun," tandas dia

Meski begitu, kata dia, semua proses telah terlewati sehingga pemerintah pusat telah menurunkan dana alokasi umum ke Kabupaten Sikka.

"Seluruhnya sudah kita penuhi sehingga dana untuk pembayaran gaji ASN untuk tiga bulan sudah dikirim oleh pemerintah pusat melalui DAU. Dana sudah masuk" ungkap Paul.

Untuk itu kata dia, saat ini dalam proses pencairan untuk pembayaran gaji para ASN. Selain itu untuk ASN yang tiga bulan belum dibayar melalui SKPDnya segera mengajukan untuk pembayaran gajinya.

Dia menambahkan untuk gaji yang khusus di bulan Maret sudah dikirim dari pusat sebesar Rp26 miliar untuk pembayaran gaji ASN sekitar enam ribuan itu.

"Jadi dana sudah masuk. Silahkan setiap SKPD untuk melakukan proses pencairan sehingga dapat membayar gaji ASN mulai dari satu bulan dan tiga bulan. Soalnya ada beberapa ASN yang lain sudah terima gaji, "pungkas Paul Prasetya ini. (OL-13)

BERITA TERKAIT