04 March 2021, 12:53 WIB

Jerambah Gantung Diharapkan Mampu Pulihkan Perekonomian


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

MI/Rendy Ferdiansyah
 MI/Rendy¬†Ferdiansyah
Jerambah Gantung Diharapkan Mampu Pulihkan Perekonomian di Masa Pandemi

JERAMBAH gantung yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka diharapkan mampu memulihkan perekonomian terdampak covid-19 di dua daerah tersebut.

Harapan itu, disampaikan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Akli saat peresmian Jerambah (Jembatan) gantung, Kamis (4/3).

Wako mengatakan jembatan penghubungan antar kota dan kabupaten ini diharapkan memberikan dampak multiplayer efek khususnya untuk memulihkan perekonomian yang terdampak covid-19. "Jerambah atau jembatan penghubung ke Bangka ini, banyak multiplayer efeknya, karena akses jalan terbuka, selalin memangkas waktu juga dapat meningkatkan perekonomian baik itu di pangkalpinang maupun bangka," kata Wako. 

Sebab menurutnya, dengan akses jalan terbuka ini, lahan-lahan di sepanjang jalan itu akan ada nilainya sehingga memberikan dampak bagi masyarakat. "Tadinya tanah di sini murah, tapi dengan adanya akses jalan ini sudah pasti akan mahal, dan ini memberikan dampak bagi 
masyarakat," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya dengan adanya jerambah gantung, para mahasiswa dari Kota Pangkalpinang bisa memangkas waktu ke Kampus Universitas Bangka Belitung (Babel) lebih cepat. "Biasanya adik-adik mahasiwa kita ke kampus UBB hanya melalui satu jalan saja, dengan waktu tempuh yang cukup lama, tapi dengan adanya jerambah gantung ini jarak tempuh ke kampus lebih dekat," terangnya.

Sementara, Bupati Bangka Mulkan Mengatakan, adanya jerambah gantung ini, sangat membantu masyarakat yang ingin ke Kota Pangkalpinang, karena ada tiga pilihan jalan.

"Ada jembatan emas di lintas timur, ada jembatan batu rusak jalan raya, dan ada jerambah gantung, jadi tinggal pilih mau melalui jalan mana ke pangkalpinang," kata Mulkan.

Adanya akses jalan baru ini, menurutnya akan berdampak bagi para petani yang ingin menjual hasil kebunnya. "Melalui jerambah gantung ini, petani kita dari Bangka akan lebih cepat menjual hasil kebunnya sehingga bisa berdampak terhadap perekonomian mereka," ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Bangka Tengah Riza Herdavid menyampaikan program kerja wali kota Pangkalpinang membantu ini wajib ditiru di daerahnya terlebih di saat pandemi ini.

"Saya rasa apa yang dilakukan para senior ini wajib saya aplikasikan untuk pembangunan di Bangka selatan, sehingga Basel akan semakin maju," kata David.

Kepala Dinas PUPR Pangkalpinang Suparlan mengatakan Jerambah Gantung dengan panjang 65 meter dan lebar 9 meter ini dibangun dengan APBD tahun 2020 sebesar Rp26 miliar.

"Jerambah gantung ini aslinya sudah dibangun sejak tahun 1938 dan kembali dibangun pada tahun 2020 dengan anggaran Rp26 miliar," kata Suplan.

Sebelumnya, menurut Suparlan, saat pembanguan sudah 40%, jembatan ini sempat roboh. Lalu oleh kontraktor dibangun kembali. "Alhamdullilah kontraktornya bertanggung jawab dan menyelesaikan pembangunan jembatan tepat waktu, di bulan Februari lalu," ujarnya.

"Saat ini jembatan sudah diresmikan dan bisa di lintasi masyarakat, sembari akan ada pengaspalan di tahun ini," terangnya.(RF/OL-10)

BERITA TERKAIT