16 February 2021, 12:46 WIB

220 Warga Binaan Lapas II A Pematangsiantar Dapat Rehabilitasi


Apul Iskandar | Nusantara

MI/Apul Iskandar
 MI/Apul Iskandar
Lapas) Kelas II A Pematangsiantar, Sumatra Utara memberikan rehabilitasi medis dan sosial bagi 220 warga binaan. 

LEMBAGA Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pematangsiantar, Sumatra Utara memberikan rehabilitasi medis dan sosial bagi 220 warga binaan. Adapun 220 warga binaan tersebut meliputi 100 orang peserta rehabilitasi medis dan 120 orang peserta rehabilitasi sosial tersangkut kasus penyalahgunaan narkoba.

"Kegiatan rehabilitasi ini akan berlangsung selama 6 bulan. Penempatan kegiatan rehabilitasi ini dilaksanakan di blok khusus yang tidak berbaur dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau anak didik pemasyarakatan yang tidak mengikuti rehabilitasi", kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pematangsiantar, Rudy Fernando Sianturi di aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pematangsiantar, Senin (15/2).

Turut hadir oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Kanwil Sumut Pujo Harinto yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan Kriston Napitupulu Kepala BNN Kota Pematangsiantar serta Ketua Yayasan Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Medan.

baca juga: Enam Tahanan Polres Aceh Tenggara masih Buron

Rudy Sianturi menjelaskan program rehabilitasi medis dan sosial yang digulirkan merupakan program dari pusat dan berlangsung di beberapa lembaga pemasyarakatan. Untuk kegiatan di Lapas Pematangsiantar dilaksanakan oleh petugas lapas bekerja sama dengan Yayasan Caritas PSE Keuskupan Agung Medan serta BNN Kota Pematangsiantar.

"Dengan harapan akan mendapatkan hasil yang maksimal dengan menciptakan warga binaan pemasyarakatan yang bisa menjadi motor perubahan di lingkungannya ketika dia bebas dari Lapas Siantar ini. Harapan kami rehabilitasi narkotika ini memberikan dampak yang positif bagi seluruh elemen masyarakat secara khusus warga binaan", terangnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT