08 February 2021, 05:25 WIB

Trans Kalimantan yang Tak Kunjung Pulih


Denny Susanto | Nusantara

MI/Denny Susanto
 MI/Denny Susanto
Antrian truk mengular di  jalan Trans Kalimantan di Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

SEBUAH truk tronton pengangkut kontainer sarat muatan terguling di sebuah ruas jalan Trans Kalimantan di Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar. Tergulingnya truk-truk pengangkut kebutuhan pokok dan barang lainnya ini sudah menjadi pemandangan yang biasa karena ruas jalan ini mengalami kerusakan sangat parah. Banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan aspal jalan hilang dan ruas jalan berubah menjadi kubangan dengan kedalaman sekitar satu meter. 

Mobil ukuran kecil praktis tidak bisa melintasi jalur alternatif yang menghubungkan Kalteng menuju pelabuhan Trisakti Banjarmasin ataupun daerah-daerah lain di Kalsel dan sebaliknya ini.  Beberapa alat berat terlihat bekerja meratakan badan jalan yang bergelombang agar truk bisa melintas. Sementara truk-truk yang terjebak dalam kubangan atau terguling terpaksa ditarik oleh truk lainnya.

Tidak hanya truk banyak juga warga menggunakan sepeda motor yang nekat melintas di jalan rusak parah ini. Banyak juga dari mereka terpaksa memutar mencari jalan lain melewati perkampungan warga.

Di bagian ujung jalan memasuki Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, pekerjaan perbaikan jalan terus dilakukan. Pada ruas jalan sepanjang 15 kilometer ini 90 persen dalam kondisi rusak, namun ada beberapa titik terparah dengan kondisi serupa yang menyebabkan truk-truk harus antri. Tak tanggung-tanggung rute yang sebelumnya dapat ditempuh 6 jam (Kota Palangkaraya-Kota Banjarmasin) sekarang menjadi empat hari. 

"Kerusakan jalan luar biasa. Sebelum banjir waktu tempuh cukup 6 jam sekarang empat hari. Ini hari ketiga saya terjebak disini kemungkinan besok baru sampai Kota Banjarmasin," keluh Haryanto, 45 sopir truk puso dari Palangkaraya. Ada ratusan truk yang terpaksa antri di sepanjang rute ini.

Ainun, 38 pemilik warung di tepi ruas Jalan Haji Achmad Syarkawie ini mengatakan pada saat puncak banjir kemarin semua wilayah disini tenggelam dengan ketinggian air lebih satu meter merendami badan jalan.

"Jalan ini sempat tidak bisa dilalui. Bahkan banyak warga menggunakan perahu motor melewati jalan raya ini," ujar Ainun yang ketiban rejeki karena banyak sopir dan pengguna jalan beristirahat di warung miliknya. 

Antrian panjang truk-truk pengangkut kebutuhan pokok juga terjadi mulai dari batas Kota Banjarmasin menuju Kabupaten Barito Kuala. Truk berukuran besar harus menyeberang Sungai Alalak menggunakan kapal-kapal ferry. Kondisi ini disebabkan belum pulihnya jalur trans Kalimantan poros tengah yang terputus akibat rusaknya jembatan Astambul Kabupaten Banjar. 

Ratusan truk terpaksa melalui jalan alternatif Margasari memutar melewati Kabupaten Barito Kuala dan tiba di Kabupaten Tapin untuk selanjutnya menuju kabupaten lain dan Provinsi Kaltim. Tidak jauh berbeda dengan kondisi ruas jalan trans Kalimantan poros selatan yang terputus di Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut, baru bisa dilintasi kendaraan roda dua dan mobil dengan beban ringan.

Ancaman Inflasi

Kalsel diprediksi akan mengalami lonjakan inflasi yang cukup tinggi pada triwulan pertama 2021. 

"Diprediksi akan terjadi lonjakan inflasi akibat banjir," ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Amanlison Sembiring.

Saat ini kebutuhan pokok masyarakat mulai terbatas dan harga mulai bergerak naik. Selain karena tersendatnya pasokan akibat kendala akses saat banjir, adanya aksi borong terkait penyaluran bantuan untuk  dibagikan kepada warga terdampak banjir. Hal ini akan memicu peningkatan inflasi pada triwulan pertama tahun 2021. Menurut Amanlison dampak yang jelas terlihat adalah adanya tekanan di sektor pangan.

baca juga: Jalan Trans Kalimantan Terputus Akibat Banjir

Rekonstruksi pasca bencana terutama infrastruktur dan ekonomi masyarakat menjadi fokus pemerintah daerah untuk segera dipulihkan, tutur Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira. Kerusakan infrastruktur jalan akibat bencana banjir di Kalsel mencapai 1.693 kilometer dan 128 buah jembatan. Kerugian infrastruktur jalan dan jembatan ini mencapai ratusan miliar rupiah. Sementara pemulihan pasca bencana ini diperkirakan memerlukan waktu hingga dua tahun. (OL-3)

BERITA TERKAIT