05 February 2021, 20:45 WIB

Rasa Takut Hilang Jika Ingat Masyarakat Butuh Listrik


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

Dok.PLN Babel
 Dok.PLN Babel
Pekerja PLN Babel sedang lakukan pemeliharaan jaringan listrik di atas ketinggian 50 meter. 

RATUSAN tower dengan kabel menjuntai tinggi berdiri kokoh membentang membelah kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Aliran listrik dengan tegangan 150 kilo volt itu mengalir menerangi rumah-rumah di provinsi kepulauan tersebut.

Jaringan listrik tersebut harus tetap terjaga agar pasokan listrik di Pulau Bangka dan Belitung stabil. Mereka yang bekerja dibalik pemeliharaan jaringan ini pastinya bermental baja, sebab harus memanjat dan bergelantungan di atas ketinggian 50 meter. Belum lagi ancaman angin yang cukup besar, jika tidak berhati-hati nyawa melayang badan terhempas ke bumi.

Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Bangka, Aditya Eka Saputra menjelaskan jumlah tower saluran udara tegangan tinggi (SUTT) dengan tinggi 50 meter di Babel ada sekitar 1.321 tower tersebar di Bangka 852 tower dan belitung 469 tower.

Dari 1.321 tower ini, untuk Bangka hantaran panjangnya 578 Kilometer Sirkuit (KMS), untuk Belitung 180 KMS.

"Dari 1.321 tower dengan panjang 758 KMS ini, hanya ada enam personil khusus yang dipercaya PLN Babel melakukan perawatan, dua diantaranya untuk Pulau Belitung," kata Aditya, di kantor ULTG Bangka, Jum'at (5/1).

Ia menyebutkan 1.321 tower ini, ada yang letak kondisi lingkunganya berawa dan sangat ekstrem, makanya tim yang bekerja harus ekstra hati-hati, terlebih untuk lokasi yang harus di tempuh dengan perahu.

Sementara Pj Pelaksana K3L ULTG Bangka, Khomeini Ilham menambahkan pihaknya mempunyai tim khusus untuk pemeliharaan jaringan transmisi bertegangan tinggi empat orang di Bangka dan dua di Belitung.

Mereka, jelas Ilham, bukanlah orang sembarangan. Sebab harus ada keahlian khusus dan yang terpenting harus berani di atas ketinggian. Setelah terpilih. Mereka harus mengikuti pelatihan memelihara jaringan transmisi bertegangan 150 KV di atas ketinggian.

"Pertama pengenalan peralatan transmisi tegangan tinggi, setelah itu, baru ke pelatihan safety apa yang boleh di lakukan saat menaiki tower,"kata Ilham.

Ilham mencontohkan safety bagi enam personil yang memelihara jaringan di atas ketinggian 50 meter adalah Body Harnet, Safety Lanyard, helm, sarung tangan dan sepatu khusus. "Safety bagi mereka berenam ini adalah hal yang paling utama, karena bekerja di atas ketinggian 50 meter itu memiliki risiko cukup tinggi,"ujarnya.

Sebelum naik di atas ketinggian, mereka harus brifing dulu, baik 4 personil di Bangka dan dua personil di Belitung mempunyai supervisor.

"Supervisor harus memastikan semua safety aman, terus berdoa, kalau ada personil yang memiliki masalah keluarga tidak disarankan naik untuk memelihara jaringan karena berbahaya," ungkap dia.

Sebab menurutnya bekerja di atas ketinggian 50 meter ini, mereka harus fokus kerja, jangan sampai memikirkan hal-hal pribadi, yang nantinya membahayakan keselematannya.

"Untuk tim yang memelihara jaringan di atas ketinggian 50 meter ini, hanya di peruntukan bagi mereka yang berusia muda dengan fisik yang prima," imbuh dia.

Kendala dalam pekerjaan ini, jelas dia, adalah cuaca. Khusus untuk Bangka karena potensi petirnya ketimbang Belitung. Selain itu kondisi angin pun diperhitungkan.

Agung Wahyudi salah satu tim pemeliharan jaringan mengaku pekerjaan di atas ketinggian sudah menjadi rutinitas, selain itu, demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga rasa takut itu hilang dengan sendirinya.

"Awalnya takut juga, karena kita bekerja di atas ketinggian. Tapi mengingat listrik itu penting bagi masyarakat luas, ketakutan itu hilang. Fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat ini memberi saya ketenangan," ujar Agung.

Lain halnya dengan Kuncoro Dedy, kolega Agung ini mengaku, bekerja di atas ketinggian ini, selalu membuatnya ingat akan pesan istri di rumah agar selalu hati-hari dan berdoa.

"Sebelum berangkat kerja, istri selalu menyampaikan hati-hati dan jangan lupa berdoa, karena dengan doa kepada Allah SWT akan selalu diberikan keselamatan dalam menjalankan tugas," tutur dia yang diamini Renggi Kurniawan dan M.Arfani rekanya.

Mereka meminta kepada masyarakat, jika ada pemadaman listrik karena adanya pemeliharaan agar dimaklumi dan jangan mencemooh. Sebab pekerjan mereka penuh risiko. Saat pemeliharaan jaringan di atas ketinggian, PLN memang selalu mematikan aliran listriknya, sehingga di beberapa wilayah listrik padam.

"Jadi mohon dimaklumi, itu semua hanya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar dia.

Saat ini Sistem kehandalan kelistrikan di Babel, Daya Mampu untuk Bangka 187 Megawatt (MW), Belitung 79,6 MW. Sedangkan Kapasitas SUTT Bangka 326 MW, Belitung 71 MW.

Kapasitas Transmisi untuk Bangka mampu menyambung 900 pelanggan dengan daya 24 KVA (bisnis) atau bisa menyambung 105.000 pelanggan rumah tangga dengan daya 2200 VA. (OL-13)

BERITA TERKAIT