05 January 2021, 12:51 WIB

Muncul Tentara Allah di Bandung Barat


Depi Gunawan | Nusantara

MI/Depi Gunawan
 MI/Depi Gunawan
Tentara Allah atau Jundullah yang dipimpin Erwan Sa'ad di Bandung Barat

BARU-baru ini, beredar video durasi 2.51 menit merekam sekelompok jemaah di Kampung Sasak Bubur RT 04 RW 03 Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat yang mendeklarasikan diri sebagai Tentara Allah atau Jundullah. Diketahui, video deklarasi jemaah pimpinan Erwan Sa'ad itu direkam pada Jumat, (1/1) lalu. Erwan dikenal sebagai seorang ustadz yang memiliki pengikut jemaah sendiri di wilayah tersebut.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bandung Barat, Jaja menyatakan, pihaknya bakal memanggil pimpinan jemaah Jundullah. Selain itu, juga akan berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menerjunkan tim ke lokasi.

"Hari ini kita akan menerjunkan tim untuk menyelidiki dan menemui para deklarator. Kita coba panggil juga Erwan Sa'ad sebagai pemimpinnya," kata Jaja, Selasa (5/1).

Pelibatan MUI dan FKUB itu dimaksudkan karena deklarasi tersebut di dalamnya menyangkut paham keagamaan yang merupakan kewenangan dari MUI dan FKUB sehingga dapat diketahui apakah ajarannya menyimpang atau tidak.

Sejak menerima kabar adanya deklarasi Tentara Allah, pihaknya langsung menggelar pertemuan bersama pihak terkait seperti kepolisian dan koramil untuk mengetahui kejelasan kegiatan tersebut.

"Tapi untuk menyimpulkan apakah aliran ini menyimpang, kita akan lakukan pendalaman dengan menggandeng MUI dan FKUB," jelasnya.

Ketua MUI Bandung Barat, Muhammad Ridwan mengungkapkan, MUI akan meminta keterangan terlebih dahulu kepada Erwan Sa'ad. Baru setelah itu dapat disimpulkan apakah ajarannya menyimpang atau tidak.

"Dia harus dipanggil agar jelas maksud dan tujuannya, tapi sejauh ini tidak ada atribut aneh yang digunakan. Kalau sudah jelas ada keterangan dari yang bersangkutan, nanti bisa disimpulkan apakah menyimpang atau tidak," kata Ridwan.

Ridwan mengaku, sejauh ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan serta bukti terkait deklarasi yang viral di media sosial tersebut.

"Kita belum mengetahui maksud dari deklarasinya dan tujuannya apa, baru nanti bisa disimpulkan apakah menyimpang atau tidak. Jika masuk pada indikasi gerakan yang mengganggu keamanan masyarakat, MUI akan bersikap," jelasnya.

baca juga: Publik Dukung Pembubaran FPI

Sementara itu, Ketua RW setempat, Supiyandani menyebutkan, deklarasi sekelompok jemaah yang mengatasnamakan Tentara Allah tanpa seizin ataupun pemberitahuan. Justru dirinya baru mengetahui dari video yang telah beredar.

"Saya enggak tahu ada deklarasi semacam itu, kaget karena memang tidak ada pemberitahuan ke pengurus RT dan RW," ucapnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT