21 November 2020, 17:36 WIB

Surat Suara Pilkada Kabupaten Sukabumi Mulai Disortir dan Dilipat


Benny Bastiandy | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi

SEBANYAK 240 petugas memulai tugas menyortir dan melipat surat suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Jawa Barat, di gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat di Kecamatan Cibadak, Sabtu (21/11). Penyortian dan pelipatan 1.863.619 lembar surat suara tersebut ditargatken selesai dalam kurun lima hari.

"Surat suara telah kami terima sejak Selasa (17/11). Sebelum dilakukan sortir dan lipat, kami lakukan rapid test dulu kepada petugas. Alhamdulillah, hasilnya semua nonreaktif," Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman, Sabtu (21/11).

Tes cepat bagi petugas sortir dan lipat suara merupakan bagian menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Langkah itu dilakukan untuk mencegah sejak dini penyebaran covid-19.

"Saat melaksanakan tugas penyortiran dan pelipatan pun kami terapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebelum masuk ke ruang penyortiran, mereka harus dicek dulu suhu tubuh, mencuci tangan atau hand sanitizer, serta selalu menggunakan masker," jelas Ferry.

Pelaksanaan penyortiran dan pelipatan surat suara dibagi menjadi dua shif. Shif pertama dimulai pukul 08.00 WIB-16.00 WIB. Sedangkan shif kedua dimulai pukul 16.00 WIB-22.00 WIB.

"Selain petugas dari TNI, kepolisian, dan Bawaslu yang mengawasi proses sortir dan lipat, di sini juga standby tim media dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan," jelasnya.

Penjabat sementara Bupati Sukabumi, Raden Gani Muhamad, menekankan harus ada standardisasi proses penyortiran dan pelipatan surat suara agar tidak berbeda pemahaman dengan petugas yang melaksanakannya. Pasalnya, surat suara menjadi salah satu penentu kelancaran pelaksanaan Pilkada.

"Mereka (petugas) harus diberikan penjelasan secara detail sehingga tidak ada yang berbeda di antara petugas sortir," ujarnya.

Menurut Raden Gani, petugas sortir dan lipat ini memiliki peran penting menyukseskan Pilkada. Ia pun meminta agar bisa dipastikan keabsahan surat suara yang akan digunakan pada Pilkada nanti. "Karena itu cara memilah surat suara melalui penyortiran dan cara melipatnya harus betul," ucapnya.

Raden Gani juga mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan harus dilaksanakan sesuai aturan. Salah satunya menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan membiasakan mencuci tangan.

"Jadikan menggunakan masker itu sebagai gaya hidup. Terapkan 3M. Jangan sampai karena ketidakdisiplinan terjadi hal-hal yang tak diinginkan," pungkasnya. (R-1)

BERITA TERKAIT