08 November 2020, 14:45 WIB

Perajin di 5 Destinasi Wisata Prioritas Dilatih Kewirausahaan


Yusuf Riaman | Nusantara

 ANTARA/MOCH ASIM
  ANTARA/MOCH ASIM
Seorang perajin tengah membuat kerajinan berbahan dasar kerang 

SEJUMLAH perajin di  5 destinasi wisata prioritas atau Bali Baru mendapat pelatihan wirausaha untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi mereka.

Mulai Sabtu (7/11) mereka dilatik di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. "Sekarang giliran 100 pengrajin di NTB yang dilatih. Kami berharap mereka bisa mempunyai daya saing, dan tidak menjadi penonton di daerah sendiri," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Kementerian Perhubungan, Sugihardjo.


Program pelatihan itu dilaksanakan di kawasan Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Pelatihan disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

"Terhadap Bali Baru lainnya nanti menyusul," kata Sugihardjo.

Dia berharap kegiatan ini tidak sekedar meningkatkan keterampilan, dan daya saing tapi sekaligus merangsang tumbuhnya sentra-sentra usaha dan wirausaha baru. Tujuan besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian secara ekonomi bagi masyarakat di wilayah destinasi wisata seperti Mandalika, Lombok dan sekitarnya.

Dalam pelatihan itu, para perajin didorong mampu memproduksi kerajinan yang akan menjadi cinderamata yang bisa ditawarkan kepada wisatawan termasuk pada event MotoGP 2021 mendatang.
     
Kegiatan dengan tema pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan wirausaha baru bagi para pengrajin ini berlangsung selama satu minggu mulai 5 s/d 11 November. Pelatihan digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional dan Kementerian Perhubungan.

Peserta pelatihan adalah para pengrajin di wilayah Lombok, keluarga besar Kementerian Perhubungan, dan TNI serta Polri di Wilayah NTB.

Mereka terbagi dalam enam kelompok kerajinan, antara lain, Kelompok Kerajinan Wastra 1 meliputi aneka tas, topi pantai, seminar kit, home decor.

Kelompok Kerajinan Wastra 2 meliputi kaos, masker, sarung pantai, dan kipas.

Kelompok Kerajinan Wastra 3 terdiri dari perajin berbahan dasar kerang. Mereka memproduksi piring, dan mangkok. Sementara Kelompok Kerajinan Patung Kayu memproduksi boneka adat NTB, dan Kelompok Tamarin menghasilkan kaos, kerudung dan jilbab.

Denny Masrial salah satu pengrajin yang mengikuti pelatihan Kerang mengaku senang dengan adanya pelatihan tersebut, "Kita mendapatkan keterampilan tambahan sekaligus ilmu pemasaran," kata Denny yang sehari-sehari memproduksi dompet dan tas yang terbuat dari kulit. (N-2)

BERITA TERKAIT