12 June 2020, 09:45 WIB

Protokol Kesehatan Saat Mengunjungi Candi Prambanan


Agus Utantoro | Nusantara

Antara/Hendra Nurdiyansyah
 Antara/Hendra Nurdiyansyah
Candi Prambanan

Kawasan Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan simulasi pra-operasional kawasan tersebut. Hal ini untuk memastikan seluruh Sumber Daya Manusia yang bertugas akan menjalankan prosedur
yang mengacu pada tiga prinsip utama, yaitu kesehatan, kebersihan, dan keamanan.

"Kami juga mempersiapkan sisi fasilitas dengan menyediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu badan, membuat marka-marka dan mengingatkan pengunjung agar selalu mematuhi protokol kesehatan," kata Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono.

Menurutnya, untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan pelayanan kepada pengunjung, pihaknya akan terus menerus melakukan revitalisasi kawasan.

"Kami telah melakukan revitalisasi di beberapa area untuk menunjang protokol kesehatan yang dilakukan dengan ketat. Kini saatnya dilakukan simulasi untuk penerapan standar 'new normal' di kawasan Taman Wisata Candi," katanya.

Selain itu, Edy menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi program dilakukan secara bertahap untuk mempersiapkan destinasi yang berkualitas dengan standar protokol kesehatan dengan mengacu ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

"Ini sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang akan menerapkan program CHS (Cleanliness, Health, and Safety) di setiap destinasi pariwisata," tukas Edy.

Baca juga: Ratusan Pabrik Gairahkan Ekonomi Karawang

Penerapan standar kenormalan baru pariwisata yang dilakukan untuk seluruh wisatawan yang masuk harus mengikuti protokol kesehatan, antara lain, menggunakan masker, melakukan cuci tangan, melewati chamber disinfektan, dan pengecekan suhu tubuh.

Adapun visitor management lainnya adalah menerapkan physical distancing, meminimalkan pembayaran dengan cash (cashless), menyediakan hand washing di beberapa titik, pemasangan tanda dan papan informasi protokol covid-19 serta menyediakan klinik kesehatan untuk wisatawan yang sakit.

Ia mengatakan PT TWC sebagai pengelola destinasi super prioritas harus menjadi percontohan penerapan protokol kesehatan yang ketat bagi destinasi-destinasi lain di Indonesia.

Meski sudah dapat dikunjungi wisatawan, tapi menurut Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY Zaimul Azzah, pengunjung tidak bisa langsung masuk ke bangunan candi.

"Wisatawan boleh sampai ke halaman candi tetapi belum bisa masuk ke bangunan candi. Pembukaan bangunan candi untuk dapat dimasuki pengunjung, masih akan menunggu hasil evaluasi mendatang," ujar Zaimul. (OL-14)

BERITA TERKAIT