06 May 2020, 07:10 WIB

Petani Korban Banjir Sungai Gamping Dapat Bantuan Beras


Djoko Sardjono | Nusantara

Istimewa
 Istimewa
Tanggul Sungai Gamping di Klaten kembali jebol 

Bupati Klaten, Jawa Tengah, Sri Mulyani memberikan bantuan beras kepada 106 petani korban tanggul jebol Sungai Gamping di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Klaten.

Jebolnya tanggul membuat lahan padi seluas 35 hektare terendam banjir. Akibatnya petani gagal tanam.

Ini bukan pertama kalinya tanggul Sungai Gamping di Desa Karangasem jebol, tapi untuk ketiga kali. Yang pertama terjadi Februari lalu dan kedua terjadi pada Maret lalu.

Bantuan beras 15 kilogram kepada petani diserahkan secara simbolis oleh Bupati kepada kepala desa dan perwakilan petani di Desa Karangasem, Selasa (5/5).

Camat Cawas Prihadi mengaku sudah melaporkan kondisi tanggul Sungai Gamping yang rawan jebol di musim penghujan. Pasalnya, konstruksi tanggul masih semipermanen.

"Pada musim hujan ini, tanggul Sungai Gamping di Desa Karangasem sudah tiga kali jebol. Akibatnya, tanaman padi 35 hektare gagal tanam. Padahal umur tanaman padi 1-2 bulan," jelasnya.

Baca juga: Cegah Covid-19, Pj Sekda Pematangsiantar Turun ke Jalan

Tanggul jebol Sungai Gamping di Desa Karangasem untuk sementara diperbaiki dengan dipasangi patok bambu, karung pasir, dan beronjong kawat. Perbaikan dilakukan dengan gotong royong.

Menyikapi laporan tersebut, Mulyani mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) agar segera dibuat tanggul permanen.

"Kami mengharapkan perkuatan tanggul Sungai Gamping, yaitu dibangun permanen sudah bisa dimulai tahun ini, sehingga tanggul tidak terus menerus jebol di musim hujan," pungkasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT