17 April 2020, 19:51 WIB

Warga Buang Bantuan Pangan karena sudah Busuk dan Bau


Kristiadi | Nusantara

MI/Kristiadi
 MI/Kristiadi
Warga menunjukkan sejumlah bahan pangan BPNT yang tidak layak konsumsi

SEJUMLAH warga Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memilih membuang sejumlah pembagian dari program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

Pasalnya, barang yang dibagikan dalam kondisi tidak layak dkonsumsi karena telah membusuk dan berbau.

Ketua RW 10 Enjang Suryaman, 56, mengatakan masyarakat menerima BPNT yang dibagikan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Sukasenang.

Baca juga: Semen Gresik Dirikan Pos Kesehatan di Perbatasan Rembang

Dalam pembagian itu, warga mengeluhkan karena beberapa barang kondisinya membusuk dan tercium bau tidak sedap hingga dibuang.

Seperti, pembagian berupa buah salak, sayuran, wortel, daging ayam, dan daging sapi yang mulai mengeluarkan bau.

Sehingga, sambung dia, warga membuang bantuan yang dibagikan di tengah pandemi virus korona atau covid-19.

Dia menyoroti bantuan yang dibagikan ke masyarakat mestinya bernilai Rp200 ribu per orang. Hanya saja, nilainya tidak akan mencapai sebesar itu karena kondisi barang membusuk.

Apalagi, lanjut dia, harga beras saat ini sedang turun. "Kebutuhan pokok yang diberikan kepada masyarakat tidak akan sampai Rp100 ribu. Apalagi, beras yang dibagikan juga kualitas biasa saja. Padahal dalam program BPNT alokasinya Rp200 ribu per orang. Kami meminta supaya pihak terkait mengevaluasi program tersebut agar tidak merugikan masyarakat," ujarnya.

Sekretaris Desa Sukasenang Dani Annida mengaku terkejut dengan pembagian bantuan dengan kualitas buruk. "Kami sudah menyortir semua kebutuhan pokok tapi ternyata masih ada yang busuk yang dibagikan kepada penerima. Saya juga sudah meminta agar warga bisa kembali datang dan menukarkan barang tersebut. Namun mereka sudah membuangnya," paparnya. (X-15)

BERITA TERKAIT