28 January 2016, 17:35 WIB

Penulis Selebaran IS Siswa yang Cerdas


Arnoldus Dhae | Nusantara

Illustrasi  ANTARA/Nyoman Budhiana
 Illustrasi ANTARA/Nyoman Budhiana

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Denpasar (SMANSA) Nyoman Purnajaya mengatakan PA TK dan IP CM yang terlibat ancaman teror yang mengatasnamakan Ismalkic State (IS) merupakan siswa yang pintar. Kedua siswa itu juga tak pernah berbuat hal-hal yang jelek atau negatif.

"Anak-anak ini adalah anak yang pintar. Keseharian mereka tidak pernah melakukan apapun yang melanggat disiplin, tidak memiliki satu catatan tentang kegiatan di luar disiplin sekolah sampai kelas 12," ungkap Purnajaya, Kamis (28/01).

Menurutnya, karena mereka adalah anak yang pintar, makanya bisa masuk di kelas percepatan dengan masa waktu sekolah dua tahun. Syarat untuk masuk sekolah percepatan, menurut Purnajaya, harus memiliki IQ di atas 130, memiliki emotional quisien diatas rata-rata, task komitmen di atas rata-rata dan sehat. Semua syarat ini dimiliki oleh kedua siswa-siswi tersebut.

Ditanya bagaimana kondisi psikis mereka, Purnajaya enggan memberikan jawaban dengan alasan bukan kapasitasnya untuk menjawab. Hanya, dari pengakuan mereka yang iseng, Purnajaya berharap kalau perbuatan kedua anak didiknya memang benar hanya iseng semata. Karena itu pihaknya belum menjatuhkan sanksi apapun.

"Kita masih belum memberikan sanksi moral apapun, karena apa yang mereka alami itu sekarang sudah merupakan sanksi yang sangat berat," imbuhnya.

Peristiwa tersebut menurut Purnajaya tidak menimbulkan dampak apapun. Bahkan suasana belajar mengajar di sekolah masih berjalan seperti biasa. "Sekolah mendoakan semoga kasus ini murni hanya iseng tidak mengganggu suasana belajar mengajar," harapnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT