04 April 2019, 14:25 WIB

KPU NTT Target Pergantian Surat Suara Rusak H-7


Palce Amalo | Nusantara

MI/Palce Amalo
 MI/Palce Amalo
Penyortiran dan Pelipatan Surat Suara

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pergantian surat suara rusak rampung pada H-7 pemilu atau 10 April 2019.

"Kami bersama Bawaslu mendeklarasikan 10 April seluruh dokumen sudah harus selesai. Lewat dari tanggal itu masuk zona merah," kata komisoner KPU NTT Yosafat Koli di Kupang, Kamis (4/4).

Baca juga: Menag:Kasus Diskriminasi Agama di Yogyakarta Sudah Selesai

Sesuai rakap terakhir, menurut Yosafat, surat suara rusak yang harus diganti mencapai 998.847 lembar. Jumlah itu berkurang dari laporan
sebelumnya lebih dari satu juta lembar. Kekurangan juga terjadi pada kotak suara sebanyak 2.596 buah, bilik suara 4.653 dan formulir berhologram 177.302 lembar.

Menurut Yosafat, kekurangan logistik pemilu tersebut harus tiba di KPU kabupaten dan kota di NTT pada 10 April. Dengan demikian, masih ada waktu bagi KPU untuk melakukan penyortiran sebelum didistribusikan ke tempat pemunggutan suara (TPS).

Selain itu, untuk mencegah terjadinya keterlambatan distribusi logistik, KPU NTT minta pengiriman logistik dari percetakan di Makassar, Sulawesi Selatan menggunakan pesawat udara. Sedangkan distribusi logistik dari KPU ke TPS akan memrioritaskan daerah-daerah terpencil atau dengan akses transportasi yang terbatas. "Kami juga akan mendahulukan daerah-daerah yang logistiknya sudah lengkap," ujarnya.

Menurut Yosafat, setelah surat suara tiba, langsung dilakukan penyortiran oleh KPU kabupaten dan kota secara cepat. "Kekurangan surat suara itu merupakan akumulasi dari kekurangan di seluruh KPU kabupaten dan kota," ujarnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT