14 March 2019, 14:00 WIB

KPU Kota Tasikmalaya Temukan 10.111 Surat Suara Rusak


Kristiadi | Nusantara

ANTARA
 ANTARA

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya masih melakukan penyortiran terhadap surat suara dilakukannya di Gudang pupuk Bhanda Gahara Reksa (BGR), di Jalan Awipari, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. 

Penyortiran surat suara melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan calon Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). 

Dalam penyortiran tersebut ditemukan lebih dari 10.111 lembar surat suara dalam kondisi rusak. Surat suara yang rusak terutama pada pemilihan presiden dan wakil presiden, DPRD, DPRD Provinsi, DPR RI serta DPD RI. 

Surat suara rusak langsung dipisahkan dengan yang lainnya, mengingat kondisinya tidak bisa digunakan. Menurutnya, surat suara rusak tersebut telah dibuatkan berita acara supaya ada pergantian dari KPU RI.

"Penyortiran surat suara menjelang pemilihan umum sekarang ini masih tetap dilakukannya oleh para petugas, meskipun dari jumlah yang diterima KPU sebanyak 2.472.105 lembar. Selama ini banyak kerusakan mulai dari tulisan buram, gambar buram, sobek, terdapat bercak-bercak tinda, kertas mengkerut sampai masih banyak kekurangannya," kata, Ketua KPU Kota Tasikmalaya, Ade Zaenul Mutaqin, Kamis (14/3).

 

Baca juga: Ratusan Ribu Surat Suara Pemilu 2019 Rusak

 

Ade mengatakan penyortiran surat suara tentu harus selesai di akhir bulan Maret sesuai batas rencana yang dijadwalkan. Akan tetapi hasil sortir itu masih terdapat kekurangan, sehingga KPU Kota Tasikmalaya sudah melanjutkan semua kekurangan tersebut ke KPU RI. 

Pemilu 17 April tinggal menghitung hari. Di sisi lain, KPU Kota Tasikmalayan harus mendistribusikan semua logistik ke 2.063 TPS tersebar di 69 Kelurahan berada di 10 Kecamatan.
 
"Pelipatan surat suara yang dilakukannya oleh petugas dari anggota PPK, PPS dan KPPS itu terus dilakukan secara maraton supaya semua penyortiran surat suara selesai sesuai target," tambahnya. 

Ia mengungkapkan penyortiran surat suara yang dilakukannya oleh ratusan orang tersebut selama ini masih dilakukan. Pihak KPU pun  tetap akan memisahkan surat suara yang mengalami kerusakan. 

"Kerusakan tersebut semakin bertambah dan data yang tercatat mulai dari surat suara DPRD Kota 1.112 lembar, DPRD Provinsi 1.693 lembar, DPD RI 941 lembar, DPD RI 3.374 lembar dan Presiden 2.991 lembar," ujarnya.


Selain surat suara rusak, lanjut dia, 30 kotak suara juga telah mengalami kerusakan.

"Itu semua telah dibuatkan berita acara agar ada penganti yang baru sebelum dilakukan Pemilu. Karena, jika tidak ada penganti terpaksa harus menggunakan kotak suara lama terbuat dari almunium. Mengingat waktunya sekarang ini sudah semakin dekat menjelang pencoblosan pada 17 April nanti," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT