06 November 2022, 18:24 WIB

DPRD Tangsel Soroti Persoalan Pengelolaan Sampah


Syarief Oebaidillah | Megapolitan

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi

PENGELOLAAN sampah di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten masih menjadi persoalan pelik dan amat serius. Pasalnya, tempat pengelolaan akhir, yaitu TPA Cipeucang nyaris tidak sanggup lagi menampung beban sekira 900 ton sampah setiap hari.

Selain itu, masih ada beberapa masalah lain yang menyebabkan persoalan sampah tidak bisa diselesaikan dengan segera. "Kerja sama Pemkot Tangsel dengan Pemkot Serang untuk penanganan sampah di TPA Cilowong dalam pelaksanaannya belum sesuai harapan meski sudah masuk tahun kedua perjanjian,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan Sri Lintang Rosi Aryani, Minggu (6/11).

Jika realisasi kerja sama itu sesuai harapan, menurut Lintang, masalah sampah tidak serumit seperti sekarang. "Penganggaran kerja sama selama tiga tahun dengan kompensasi sebesar Rp21,7 miliar ini mestinya dapat mengurangi beban permasalahan sampah di Kota Tangsel," tandasnya.

Karena persoalan sampah menjadi janji Pemerintah Benyamin Davnie dan Pilar Saga untuk segera diselesaikan, sambung Lintang, maka dia mendorong Pemkot Tangsel untuk mencari terobosan baru dengan memperhitungkan waktu hingga sebelum masa periode jabatannya habis. "Program penerapan inovasi teknologi mengubah sampah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah harus segera direalisasikan," tegas dia. 

Masyarakat, kata Lintang yang juga legislator dari Fraksi PKS ,  menunggu-nunggu kabar baik dari janji Pemkot dalam upaya penanganan sampah. Ditambah lagi, sambungnya, pentingnya Pemkot dapat mendayagunakan serta mengoptimalkan peran bank-bank sampah yang telah terbentuk di berbagai lingkungan masyarakat.

"Sekarang bagaimana kerja keras Pemkot dalam mengatasi sampah yang sebenarnya sudah dibekali dengan perangkat kebijakan yang ada. Jangan sampai target tak tercapai hingga akhir masa jabatan Benyamin dan Pilar Saga," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT