03 October 2022, 20:01 WIB

Polisi Tangkap Empat Bandar Berikut Sabu Senilai Rp1 Miliar di Jakpus


Rahmatul Fajri | Megapolitan

DOK.MI
 DOK.MI
Ilustrasi penangkapan

JAJARAN Polsek Senen menangkap empat bandar dan satu kurir narkoba di wilayah Senen, Jakarta Pusat. Empat bandar yang diamankan berinisial H, I alias B, MFS, dan DP. Sedangkan kurir berinisial MGP.

Kapolsek Senen Kom Ressa Fiardi Marasabessy mengatakan, pihaknya turut mengamankan barang bukti sabu seberat hampir 600 gram dengan nilai Rp1 miliar dari tangan para tersangka.

Ressa mengatakan, para pelaku mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Malaysia. "Kurang lebih hampir Rp1 miliar kalau dilihat jumlahnya sebanyak 600 gram," kata Kapolsek di Jakarta, Senin (3/10).

Ressa mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai transaksi narkoba di wilayahnya.

Setelah melakukan penyelidikan, pihaknya menangkap H di Jalan Senen Dalam, Jakpus. Polisi turut menyita barang bukti sabu berupa enam plastik klip sabu dengan berat 555,49 gram.


Baca juga: Polisi Selidiki Pria Berjaket Ojol Tembak Warga Tambora


Tak berhenti di situ, polisi kemudian menangkap pelaku lainnya di wilayah Senen. I ditangkap beserta barang bukti sabu seberat 32,76 gram.

Kemudian MFS ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 4 gram. Polisi juga menangkap MGP dan DP berikut barang bukti sabu dengan berat 5,4 gram.

Kelima tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 sub Pasal 112 ayat Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Ressa mengatakan, saat ini pihaknya masih mengejar pelaku lainnya berinisial AM yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, para tersangka mengedarkan barang haram tersebut di wilayah Senen dengan modus operandi mendatangi pembeli atau menaruh sabu di dalam tong sampah.

"Untuk barang yang disediakan banyak biasa teknik mereka sendiri komunikasi barang dimasukkan dalam tas atau dimasukkan dalam tong sampah nanti baru pembeli ambil," katanya. (OL-16)

BERITA TERKAIT