03 October 2022, 18:51 WIB

Soal Revitalisasi Halte Bundaran HI, Ketua DPRD: Jangan Tinggalkan Sejarah


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi Halte Transjakarta di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (16/9). 

KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Pemprov DKI dan PT Transjakarta untuk tidak meninggalkan sejarah. Hal itu dikatakannya dalam unggahan di akun instagram pribadinya. 

Prasetio menyayangkan revitalisasi Halte Bundaran HI mengubah halte tersebut menjadi bangunan yang berdiri sangat tinggi di median jalur hijau yang berada tepat di tengah Jl MH Thamrin. 

Baca juga: Lagi Asyik Nongkrong, Seorang Remaja di Jakbar Jadi Korban Pembacokan

Praktis, bangunan tersebut menutupi pandangan Patung Selamat Datang di Bundaran HI. Padahal kawasan tersebut tak boleh tertutupi oleh bangunan tinggi karena dahulu dibangun sebagai kawasan ikonik menyambut kontingen peserta Asian Games ke-4 tahun 1962.

"Bung Karno pernah berpesan 'Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!'. Harusnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjaga dengan baik wejangan tersebut dalam pelaksanaan pembangunan termasuk revitalisasi halte Transjakarta Bundaran HI," kata Prasetio, Senin (3/10). 

Ia melanjutkan, ketika baru dibangun, rakyat Indonesia khususnya Jakarta sungguh bangga dengan Bundaran HI dan Patung Selamat Datang. 

"Bayangkan, betapa bangganya pemerintah dan rakyat Indonesia ketika Monumen Selamat Datang didirikan ketika itu. Patung sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan itu bukan sekedar pajangan. Namun lebih kepada bahwa Indonesia pantas diperhitungkan di kancah dunia dengan kesiapannya menggelar perhelatan pesta olahraga se-Asia yang ke-4," ujarnya. 

"Dengan gambaran sejarah tersebut, kemudian apa sepadan jika arah tepat lambayan tangan sepasang manusia pada Monumen Selamat Datang sengaja dihalangi dengan alibi revitalisasi?," kata politikus PDIP tersebut. 

Ia menegaskan, hanya tinggal menunggu waktu DPRD akan mengirimkan surat pemanggilan kepada direksi PT Transjakarta dan Pemprov DKI guna membahas revitalisasi halte ini. Sebab, sudah banyak pihak yang kecewa terhadap revitalisasi tersebut. (OL-6)

BERITA TERKAIT